Kamis, 23 Jul 2026 09:12 WIB

Obesitas Remaja, Salahkah Begadang dan Makan Tengah Malam?

Kebiasaan begadang seringkali disertai dengan konsumsi makanan tinggi kalori seperti mie instan dan gorengan.(Foto: Ilustrasi/Gemini)
Kebiasaan begadang seringkali disertai dengan konsumsi makanan tinggi kalori seperti mie instan dan gorengan.(Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Kebiasaan tidur larut malam dan pola makan yang tidak teratur pada remaja memicu kekhawatiran baru terkait obesitas.

Pakar dari Universitas Airlangga (UNAIR) mengingatkan bahwa kurang tidur bukan hanya soal rasa lelah, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan serius lainnya di kalangan remaja.

Baca Juga: Atasi Bau Badan, Mahasiswa Unair Ciptakan Deodoran Tawas Beraroma Kekinian

Nur Aisiyah Widjaja dari Fakultas Kedokteran UNAIR menjelaskan bahwa regulasi jam tidur sangat krusial. Idealnya, remaja harus tidur maksimal pukul 9 malam.

"Di jam-jam tersebut, hormon melatonin yang mengatur tidur mulai meningkat secara alami," tuturnya.

Namun, ketika waktu tidur melewati pukul 9 malam, hormon melatonin akan digantikan oleh hormon leptin. Kondisi ini dapat memicu rasa lapar berlebih dan dorongan untuk mengonsumsi camilan tidak sehat di malam hari.

Kebiasaan begadang seringkali disertai dengan konsumsi makanan tinggi kalori seperti mie instan dan gorengan.

Baca Juga: Kombes Ganis Raih Doktor Unair, Angkat Peran Strategis Polwan

"Makan mie instan di malam hari sangat tidak dianjurkan karena kandungan kalorinya yang tinggi, apalagi jika ditambah telur. Ini akan meningkatkan asupan kalori, sementara tubuh tidak banyak bergerak di malam hari," tambah Aisiyah.

Selain pola tidur dan makan, stres juga berperan penting. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat mengganggu produksi melatonin.

Oleh karena itu, menjaga tingkat stres juga sama pentingnya dengan mengatur pola makan.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Sulap Teh Hijau dan Maizena Jadi Plester Luka

Untuk itu, Aisiyah menyarankan agar remaja tidur maksimal pukul 9 malam, makan terakhir pukul 7 malam, dan menghindari kebiasaan menyelesaikan tugas hingga larut malam.

"Perhatikan durasi tidur karena dapat memicu obesitas dan sindrom metabolik, yang meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung koroner, dan penyakit tidak menular lainnya," tegasnya.

Dengan perubahan gaya hidup yang tepat, risiko obesitas pada remaja dapat dikurangi, menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.