Sabtu, 06 Jun 2026 21:44 WIB

Foto: Desa Sukarara, Pusat Tenun Songket Berkelas dari Lombok

Perempuan-perempuan penenun Desa Sukarara, Lombok Tengah, dengan telaten menganyam benang demi benang menjadi kain songket tradisional khas Sasak, menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Perempuan-perempuan penenun Desa Sukarara, Lombok Tengah, dengan telaten menganyam benang demi benang menjadi kain songket tradisional khas Sasak, menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di balik hamparan alam Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ada sebuah desa kecil yang namanya harum hingga tingkat nasional. Desa Sukarara, yang terletak di Kecamatan Jonggat, dikenal luas sebagai pusat kerajinan tenun songket tradisional khas suku Sasak.

Berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Mataram dan hanya lima menit dari Kota Praya, Desa Sukarara mudah dijangkau wisatawan. Namun, daya tarik desa ini bukan sekadar aksesnya, melainkan denyut kehidupan warganya yang menyatu dengan tradisi menenun.

Baca Juga: Sarangan-Jatim Park Hujan, Cuaca KBS dan Taman Safari Cerah Hari Ini

Hampir seluruh perempuan dewasa di desa ini adalah penenun, sebuah keahlian yang diwariskan lintas generasi dan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Tenun Sukarara dikenal memiliki kualitas tinggi, bahkan kerap dikenakan kalangan bangsawan hingga Presiden Republik Indonesia.

Wisatawan yang datang dapat menyusuri gang desa, menyaksikan proses menenun di teras rumah warga, hingga mencoba langsung menenun dengan bimbingan pengrajin lokal.

Desa Sukarara bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup tradisi yang terus berdenyut di tengah modernitas Lombok.

Inilah Foto-foto Aktifitas Tenun Desa Sukarara:

Senyum seorang penenun Desa Sukarara terlihat di balik helaian benang yang bergerak, menggambarkan kebanggaan dan ketekunan perempuan Sasak dalam merawat tradisi tenun songket yang telah diwariskan turun-temurun. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Senyum seorang penenun Desa Sukarara terlihat di balik helaian benang yang bergerak, menggambarkan kebanggaan dan ketekunan perempuan Sasak dalam merawat tradisi tenun songket yang telah diwariskan turun-temurun. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

 

Seorang penenun Desa Sukarara, Lombok Tengah, memintal benang secara manual sebelum ditenun menjadi kain songket khas Sasak, tahapan awal yang menentukan kualitas dan keindahan tenun tradisional Lombok.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Seorang penenun Desa Sukarara, Lombok Tengah, memintal benang secara manual sebelum ditenun menjadi kain songket khas Sasak, tahapan awal yang menentukan kualitas dan keindahan tenun tradisional Lombok.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

 

Seorang perempuan penenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, dengan sabar menyusun benang pada alat tenun tradisional, merekam aktivitas harian masyarakat Sasak yang menjaga keberlangsungan warisan tenun songket khas Lombok. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Seorang perempuan penenun di Desa Sukarara, Lombok Tengah, dengan sabar menyusun benang pada alat tenun tradisional, merekam aktivitas harian masyarakat Sasak yang menjaga keberlangsungan warisan tenun songket khas Lombok. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca Juga: Foto: Turis Asing Jatuh Hati pada Gerabah Lombok

 

Sekelompok wisatawan mengenakan busana adat tenun khas Sasak foto bersama di rumah tradisional beratap alang-alang, Desa Sukarara, Lombok Tengah. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Sekelompok wisatawan mengenakan busana adat tenun khas Sasak foto bersama di rumah tradisional beratap alang-alang, Desa Sukarara, Lombok Tengah. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.