Minggu, 07 Jun 2026 06:06 WIB

Cara SD Cikal Kemang Kenalkan Agama ke Anak Lewat Mainan Balok

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 04 Jan 2026 10:39 WIB
Pendidik SD Cikal Kemang mengajak anak-anak menyusun balok-balok mainan untuk memahami fondasi keyakinan mereka. (Foto: SD Cikal/jatimnow.com)
Pendidik SD Cikal Kemang mengajak anak-anak menyusun balok-balok mainan untuk memahami fondasi keyakinan mereka. (Foto: SD Cikal/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelajaran agama bagi anak usia dini seringkali terjebak dalam pola hafalan yang kaku. Namun, pemandangan berbeda terlihat di ruang kelas Sekolah Cikal Kemang.

Alih-alih hanya meminta siswa menghafal urutan, para pendidik di sana mengajak anak-anak menyusun balok-balok mainan untuk memahami fondasi keyakinan mereka.

Baca Juga: Pesantren Ramadan SMPN 1 Jabon dan IPNU Bentuk Karakter Pelajar

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan baru di kampus terbaru Sekolah Cikal yang mulai membuka jenjang TK dan SD pada 2025 tersebut.

Guru Agama Islam di Sekolah Cikal Kemang, Mirwan Abdul Aziz, menyadari bahwa konsep ketuhanan dan syariat merupakan hal abstrak yang sulit dicerna logika anak kecil jika tidak divisualisasikan.

"Anak usia TK dan kelas 1 SD itu dunianya masih konkret. Mereka harus melihat dan menyentuh untuk mengerti," ujar Mirwan saat berbincang mengenai metode belajarnya.

Dalam sesi pengenalan Rukun Islam dan Rukun Iman, Mirwan mengibaratkan keyakinan layaknya sebuah bangunan.

Ia membiarkan siswanya asyik menyusun balok hingga membentuk sebuah gedung tinggi. Saat bangunan itu berdiri, ia melontarkan pertanyaan pemantik yang membuat anak-anak berpikir.

"Saya tanya mereka, bagian mana yang paling krusial? Kalau satu bagian ini diambil dan bangunannya roboh, itulah gambaran rukun atau fondasi dalam agama," jelasnya.

Dengan cara ini, anak tidak lagi sekadar menghafal angka satu sampai lima, tapi memahami bahwa tiap poin adalah penyangga yang tak boleh hilang.

Baca Juga: 7 Langkah Berani Tanggap Bullying

Selain urusan rukun, tantangan guru agama adalah mengenalkan Asmaul Husna atau nama-nama baik Allah. Dibanding menyodorkan daftar panjang untuk dihafal, Mirwan memilih membawa anak-anak melihat jendela atau berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Ketika hujan turun, ia mengajak siswa memaknainya sebagai wujud nyata sifat Ar-Rahman (Maha Pengasih). Kasih sayang Tuhan tidak lagi menjadi konsep di awang-awang, melainkan terasa lewat air yang menyuburkan tanaman atau rasa sayang yang mereka tunjukkan kepada hewan peliharaan.

"Kita bawa ke konteks dunia nyata. Belajar kepedulian kepada teman atau lingkungan itu adalah bentuk praktik dari memahami sifat-sifat Tuhan," tambah Mirwan.

Meski Sekolah Cikal berdiri sebagai sekolah umum dan bukan sekolah berbasis agama, napas spiritualitas tetap kental dalam aktivitas harian.

Baca Juga: Darurat Bullying! Sekolah Harus Bertindak Jadi Garda Depan!

Di Cikal Kemang, nilai-nilai Islam menyatu dalam pembentukan karakter yang mereka sebut sebagai "15 Kompetensi Bintang Cikal".

Siswa kelas 1 hingga 3 SD dibiasakan menjalankan ritual harian yang ringan namun konsisten. Mulai dari melantunkan selawat dan Al-Fatihah sebelum memulai kelas, berdoa sebelum makan, hingga menunaikan salat Zuhur berjamaah.

Bagi Mirwan, tujuannya bukan sekadar menjalankan kewajiban formal. Pelajaran agama di sekolah ini dirancang untuk membentuk etika sosial dan kemampuan mengendalikan diri.

Pada akhirnya, agama diharapkan menjadi kompas moral anak-anak saat berinteraksi di tengah masyarakat kelak.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.