Minggu, 14 Jun 2026 04:53 WIB

Buku Kumpulan Puisi Selama 20 Tahun ini Sabet Penghargaan

Muhammad Iqbal Baraas, sastrawan asal Banyuwangi dan penghargaan Anugerah Sutasoma
Muhammad Iqbal Baraas, sastrawan asal Banyuwangi dan penghargaan Anugerah Sutasoma

jatimnow.com -  Buku puisi karya Muhammad Iqbal Baraas, sastrawan asal Banyuwangi menyabet penghargaan Anugerah Sutasoma sebagai Karya Sastra Indonesia Terbaik.

Penyerahan penghargaan buku puisi setebal 136  halaman dari Balai Bahasa Jawa Timur digelar di Balai Budaya Jawa Timur Cak Durasim, Surabaya, Rabu (17/10/2018).

Baca Juga: Komisi X DPR RI dan Kemendikbud Gelar Diseminasi Diplomasi Bahasa di Surabaya

Muhammad Iqbal Baraas yang jebolan Stikosa-AWS ini bersyukur karena buku kumpulan puisi berjudul Mawar Gandrung yang diselesaikan dengan selama 20 tahun itu mendapatkan apresiasi.

"Alhamdulillah, puisi yang saya tulis dari HP di mana pun berada bisa memperoleh penghargaan Anugerah Sutasoma," terang Iqbal yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Ibrahimi Banyuwangi ini.

Ia mengatakan bahwa buku berisi  88 puisi ini memenuhi tiga kriteria penilaian yaitu dari kualitas estetis (berupa bahasa) dan ekstraestetis (nilai puisi).

"Saya diminta (Penerbit akar Indonesia) kirim 20 judul puisi tiap tahunnya, terus dipilih.  Seluruh puisi yang terhimpun dalam buku ini saya tulis sejak 1991-2010 dan baru diterbitkan tahun 2018," terang suami Laili kepada jatimnow.com, Rabu malam.

Baca Juga: Yayasan Gang Sebelah Gelar Diskusi Publik ‘Sastra: Ekosistem, Etika dan Aktivasi’

Ayah kandung Hafis Baraas, Muchsin Auda Rabana dan Humaira Hadiah Baraas itu mengatakan rentang waktu penciptaan buku tersebut begitu lama karena puisi-puisi itu dicipta dengan parenungan yang sangat dalam.

"Berbagai nilai kebijaksanaan terpancar dari puisi-puisi agar dapat menerbitkan imajinasi pembaca. Dari penilaian kualitas struktur dan logika karya. puisi-puisi yang terhimpun di dalamnya sangat koheren," kata Iqbal yang juga anggota Peradi atau Perhimpunan Advokat Indonesia itu.

Selain antologi puisi Mawar Gandrung karya Iqbal Baraas menjadi karya sastra Indonesia terbaik, beberapa karya lain juga memperoleh penghargaan tingkat nasional ini, diantaranya antologi Geguritan Kidung Langit karya Nono Warnoto (kategori Karya Sastra Daerah Terbaik).

Baca Juga: MTN Lab: Residensi Gresik, Wadah Kolaborasi Talenta Seni Budaya Indonesia

Kemudian Lilik Rosida Irmawati, Guru SDN Pabian 1 Kecamatan Sumenep (kategori Guru Bahasa dan Sastra Daerah Berdedikasi), serta Buku Sastra Multikultural; Konstruksi Identitas dan Praktik Diskursif Negara dalam Perkembangan Sastra Indonesia karya Ahmad Taufiq (kategori Esai atau Kritik Sastra Terbaik).

Penyerahan penghargaan disampaikan, diantaranya oleh Arumi Bachsin yang mewakili suaminya Emil Dardak, Wakil Gubernur Jatim terpilih.

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.