Kamis, 23 Jul 2026 05:44 WIB

Warek UIN KHAS Jember Buka Dialog Mahasiswa Moderasi Beragama dan Nasionalisme

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 21 Nov 2025 12:35 WIB
Foto : Warek I UIN KHAS Jember, Prof. DR. M.Khusna Amal membuka dialog (Humas UIN KHAS/jatimnow.com)
Foto : Warek I UIN KHAS Jember, Prof. DR. M.Khusna Amal membuka dialog (Humas UIN KHAS/jatimnow.com)

jatimnow.com-Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal secara resmi membuka Dialog Mahasiswa dengan tema Moderasi Beragama dan Nasionalisme Bangsa.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN KHAS Jember dan dipusatkan di Gedung B lantai 1 BEC UIN KHAS Jember, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga: SPI UIN KHAS Jember Reviu RKAKL, Pastikan Rencana Anggaran Penuhi Standar

Acara ini dihadiri pejabat Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, untuk memberikan penguatan sekaligus menyampaikan arah kebijakan nasional mengenai moderasi beragama dan pembangunan SDM keagamaan.

Prof. Amal menegaskan, dialog ini merupakan bagian penting dari rangkaian besar penguatan moderasi beragama yang digerakkan UIN KHAS Jember.

Tahun 2025 mencatat beragam agenda paralel seperti pelatihan moderasi beragama bagi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa menjadi sebuah upaya sistematis membangun “infrastruktur ideologis” yang kokoh dalam menghadapi dinamika sosial kebangsaan.

Amal juga mengaitkan kegiatan ini dengan halakah ulama pesantren yang diselenggarakan dua pekan sebelumnya, yang membahas peran ulama dalam menjaga nasionalisme dan moderasi di tengah menguatnya arus intoleransi global.

Baca Juga: Sivitas Akademika Diminta Segera Jaring Rektor Definitif UIN KHAS Jember

Menurutnya, dialog mahasiswa ini bukan hanya forum sosialisasi, tetapi arena pengayaan, pertukaran ide, serta penguatan kapasitas intelektual mahasiswa sebagai agent of change. Moderasi beragama dan nasionalisme, tegasnya, adalah dua pilar yang mustahil dipisahkan.

“Nasionalisme tidak akan ada tanpa moderasi beragama. Sejarah mencatat, bangsa ini lahir dari keterbukaan, toleransi, dan perjumpaan gagasan dari anak-anak muda lintas latar. Itulah simpul besar yang melahirkan Indonesia," ujarnya.

Amal menyatakan, isu moderasi kini memasuki fase baru, yakni bukan hanya soal toleransi, tetapi juga keadilan sosial, pemerataan pembangunan, hingga pengurangan kemiskinan. Ia mengingatkan, ancaman intoleransi dan kekerasan masih belum menurun secara signifikan. Dalam konteks geopolitik global yang memanas, melemahnya komitmen ideologis bangsa dapat menyeret Indonesia ke dalam pusaran konflik kepentingan internasional.

Baca Juga: Mahasiswa Tulungagung Gelar Aksi, Soroti Pemadaman Bergilir yang Dilakukan PLN

“Jika infrastruktur ideologis kita luntur, Indonesia sangat potensial terseret arus perang ideologi global,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap mahasiswa memanfaatkan ruang dialog ini untuk menggali gagasan mendalam tentang masa depan nasionalisme dan moderasi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, UIN KHAS Jember kembali menegaskan perannya sebagai simpul pemikiran, tempat nilai-nilai kebangsaan dirawat, diuji, dan disemai ke generasi yang akan menentukan arah Indonesia ke depan. Dialog ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi ikhtiar intelektual untuk menjaga Indonesia tetap teduh di tengah cuaca sosial yang sering tak menentu.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.