Sabtu, 06 Jun 2026 20:33 WIB

ECOTON Desak Tindakan Tegas untuk Industri Pencemar Kalimas Surabaya

Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) menggelar aksi di bantaran Kali Mas, Surabaya, Senin (3/112025). (Foto: Ecoton for JatimNow.com)
Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) menggelar aksi di bantaran Kali Mas, Surabaya, Senin (3/112025). (Foto: Ecoton for JatimNow.com)

jatimnow.com - Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) menggelar aksi di bantaran Kalimas, Surabaya, Senin (3/112025), sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Aksi ini bertujuan untuk mengingatkan pemerintah daerah untuk segera menegur dan menindak industri yang melakukan pembuangan limbah ke sungai, terutama saat musim hujan tiba.

Aksi ini dilakukan menyusul kondisi Kali Mas yang semakin tercemar dan berbau amis menyengat ketika curah hujan meningkat.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

Tim ECOTON memantau bahwa banyak industri di sekitar aliran Sungai Surabaya, termasuk di wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya, memanfaatkan musim hujan untuk membuang limbah cair ke sungai. Mereka beralasan bahwa air sungai sedang tinggi sehingga pencemaran akan "tercampur" dan sulit dideteksi.

Juru kampanye ECOTON, Prigi Arisandi, menegaskan bahwa praktik ini sudah berlangsung lama dan menunjukkan lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah.

"Setiap musim hujan, pola pencemaran air sungai selalu berulang. Industri memanfaatkan derasnya arus sungai untuk melepas limbahnya tanpa pengolahan. Padahal keputusan Mahkamah Agung sudah jelas: Pemerintah Provinsi Jawa Timur wajib menegakkan hukum lingkungan dan menindak pelaku pencemar Kali Surabaya," ujar Prigi saat ditemui di lokasi aksi.

Prigi juga mengingatkan bahwa bau amis dan warna keruh Kalimas merupakan indikator meningkatnya kandungan bahan organik dan kimia berbahaya di air, yang dapat merusak ekosistem sungai dan membahayakan kesehatan warga.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

"Kami tidak ingin sungai hanya diurus saat ada lomba kebersihan atau peringatan Hari Air. Sungai adalah sumber kehidupan dan bagian dari hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat," tambahnya.

Dalam aksinya, ECOTON menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah.
Pertama, Gubernur Jawa Timur segera menindaklanjuti keputusan Mahkamah Agung terkait pemulihan kualitas air Sungai Surabaya.

Kedua, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Kota Surabaya memperketat pengawasan industri di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Kalimas.

Baca Juga: Wadah Organik dan Refill Jadi Solusi Saat Harga Plastik Melambung

Ketiga, publikasi data hasil pemantauan kualitas air secara transparan dan melibatkan masyarakat dalam pemantauan pencemaran.

ECOTON berharap pemerintah segera bertindak sebelum pencemaran semakin parah dan mengancam sumber air baku masyarakat Surabaya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.