Sabtu, 06 Jun 2026 07:59 WIB

Malang Autism Center Resmikan Klinik Patria untuk Disabilitas

Penyandang disabilitas menjalani fisioterapi di Klinik Patria, di Malang Autism Center, Kamis (30/10/2025). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Penyandang disabilitas menjalani fisioterapi di Klinik Patria, di Malang Autism Center, Kamis (30/10/2025). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Malang Autism Center (MAC), dengan dukungan dari program CSR PT United Tractors Pandu Engineering (UTPE), telah meresmikan Klinik Fisioterapi Patria. Langkah ini bertujuan untuk memperluas layanan kesehatan inklusif bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Malang.

Peresmian klinik yang terletak di Jalan Manggar No. 08, Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Oktober 2025.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Klinik ini menjadi fasilitas terapi dan rehabilitasi pertama di Malang Raya yang dirancang inklusif, baik untuk penyandang disabilitas maupun masyarakat umum.

Presiden Direktur PT UTPE, Etot Listyono, menjelaskan bahwa dukungan terhadap Klinik Patria merupakan bagian dari pilar Diversity, Equity, and Inclusivity (DEI) dalam program CSR perusahaan.

"Kami memberikan dukungan berupa fasilitas fisioterapi lengkap, mulai dari alat bantu terapi motorik, kursi roda, treadmill, hingga sarana pendukung lain untuk mendukung proses pemulihan anak-anak disabilitas," ujar Etot Listyono.

Ia menambahkan bahwa dunia industri memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, selain berperan dalam membangun ekonomi.

Founder sekaligus CEO Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi, menegaskan komitmen untuk memperluas akses layanan kesehatan yang adil dan terjangkau.

"Kami ingin memastikan setiap individu, tanpa memandang keterbatasannya, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan profesional," kata Cahyadi.

Klinik Patria berdiri di atas lahan seluas 296 meter persegi, memiliki 13 ruang terapi, dan dikelola oleh lima tenaga kesehatan profesional, termasuk seorang fisioterapis bersertifikat. Klinik ini mampu melayani hingga 24 anak per hari, dengan sistem pendaftaran digital melalui situs malangautismcenter.com untuk menghindari antrean panjang.

Biaya terapi ditetapkan sebesar Rp35.000 per sesi untuk anak disabilitas dari keluarga kurang mampu dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), dan Rp80.000 per sesi untuk masyarakat umum. Tarif ini jauh lebih rendah dibandingkan klinik swasta yang rata-rata mengenakan biaya Rp150.000 per sesi.

Baca Juga: Dari Kursi Roda, Karya Rajut Disabilitas di Kediri Ini Tembus Pasar Internasional

"Kami ingin memastikan anak-anak disabilitas, terutama dari keluarga prasejahtera, tetap mendapatkan terapi berkualitas tanpa terbebani biaya tinggi," tambah Cahyadi.

Selain fisioterapi, Klinik Patria juga menyediakan terapi okupasi, terapi wicara, dan konsultasi psikologis untuk meningkatkan kemandirian dan perkembangan anak berkebutuhan khusus.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI (2024), sekitar 3,3% penduduk Indonesia atau lebih dari 8 juta orang hidup dengan disabilitas, dan sebagian besar belum memiliki akses memadai terhadap layanan rehabilitasi.

Di Jawa Timur, Badan Pusat Statistik (BPS) (2023) mencatat terdapat lebih dari 320.000 penyandang disabilitas, sebagian besar tinggal di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses terapi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mengapresiasi langkah kolaboratif ini sebagai wujud nyata perhatian terhadap isu inklusi dan pemerataan layanan publik.

Baca Juga: Gerak Senyap Kelurahan di Malang Wujudkan Mimpi Ramah Disabilitas 2026

"Penyandang disabilitas bukanlah mereka yang kurang kemampuan, melainkan individu dengan potensi besar yang seringkali terhalang oleh kurangnya akses dan kesempatan," ujarnya.

"Klinik ini menjadi simbol keadilan sosial dan langkah nyata menuju masyarakat Malang yang lebih inklusif," tambahnya.

Sri Wahyuni (37), seorang ibu dari anak dengan spektrum autisme, menyambut kehadiran Klinik Patria dengan antusias.

"Selama ini kami harus ke Surabaya untuk terapi anak saya. Sekarang ada fasilitas seperti ini di Malang, tentu sangat membantu, baik secara waktu maupun biaya," tutur Sri.

Klinik Fisioterapi Patria diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan, serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu untuk hidup sehat dan bermartabat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.