Kamis, 23 Jul 2026 04:57 WIB

Keren, Pelajar di Tulungagung Inisiasi Program Pawon Gerabah

  • Penulis :
  • | Senin, 27 Okt 2025 13:08 WIB
Foto: Aktivitas pawon gerabah di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Aktivitas pawon gerabah di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

Jatimnow.com–Dua pelajar di Tulungagung menghidupkan kembali tradisi pembuatan gerabah di Desa/Kecamatan Rejotangan. Mereka menggagas program eduwisata budaya bernama Pawon Gerabah. Program tersebut digagas oleh Diyah Annisa Madinata dan Miftahul Bilqis Almaghfira. Program inimenjadi wadah pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat yang memadukan nilai budaya, ekonomi, dan pendidikan.

Diyah Annisa mengaku terinspirasi oleh kekayaan tradisi lokal yang mulai ditinggalkan, lalu berinisiatif bekerja sama dengan para pengrajin gerabah, guru, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung untuk menciptakan wisata edukatif berbasis budaya. Desa Rejotangan sendiri dahulu dikenal dengan produksi gerabah. Kegiatan Pawon Gerabah menjadi ajang interaksi antara anak-anak dan pengrajin.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

“Setiap peserta bisa membawa pulang hasil karyanya sendiri. Jadi, selain belajar, mereka juga punya kenang-kenangan dari pengalaman yang bermakna,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Program ini juga memberi dampak ekonomi positif bagi warga. Para pengrajin mendapat tambahan penghasilan, sementara desa memperoleh potensi baru di sektor wisata budaya. Berdasarkan hasil survei, 96,3 persen responden menyatakan bersedia berpartisipasi dengan rata-rata kesediaan membayar Rp60 ribu per anak. Dari perhitungan Travel Cost Method, kegiatan ini diperkirakan mampu menggerakkan ekonomi lokal sebesar Rp42 juta hingga Rp64 juta per tahun.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Kami sudah melakukan survey dan melakukan pengitungan ekonomi terkait program ini," tuturnya.

Tak berhenti di sana, tim Pawon Gerabah juga mengembangkan Pawon Market, pusat penjualan produk gerabah lokal yang sekaligus berfungsi sebagai ruang pelatihan bagi pengrajin muda. Dana hasil kegiatan digunakan untuk pelatihan, promosi digital, dan pengembangan fasilitas produksi. Mereka juga menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat untuk mengenalkan program tersebut.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Hingga kini, lebih dari seratus peserta dari berbagai jenjang usia telah mengikuti program ini," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.