Senin, 08 Jun 2026 00:21 WIB

Keren, Pelajar di Tulungagung Inisiasi Program Pawon Gerabah

  • Penulis :
  • | Senin, 27 Okt 2025 13:08 WIB
Foto: Aktivitas pawon gerabah di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Aktivitas pawon gerabah di Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

Jatimnow.com–Dua pelajar di Tulungagung menghidupkan kembali tradisi pembuatan gerabah di Desa/Kecamatan Rejotangan. Mereka menggagas program eduwisata budaya bernama Pawon Gerabah. Program tersebut digagas oleh Diyah Annisa Madinata dan Miftahul Bilqis Almaghfira. Program inimenjadi wadah pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat yang memadukan nilai budaya, ekonomi, dan pendidikan.

Diyah Annisa mengaku terinspirasi oleh kekayaan tradisi lokal yang mulai ditinggalkan, lalu berinisiatif bekerja sama dengan para pengrajin gerabah, guru, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung untuk menciptakan wisata edukatif berbasis budaya. Desa Rejotangan sendiri dahulu dikenal dengan produksi gerabah. Kegiatan Pawon Gerabah menjadi ajang interaksi antara anak-anak dan pengrajin.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

“Setiap peserta bisa membawa pulang hasil karyanya sendiri. Jadi, selain belajar, mereka juga punya kenang-kenangan dari pengalaman yang bermakna,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Program ini juga memberi dampak ekonomi positif bagi warga. Para pengrajin mendapat tambahan penghasilan, sementara desa memperoleh potensi baru di sektor wisata budaya. Berdasarkan hasil survei, 96,3 persen responden menyatakan bersedia berpartisipasi dengan rata-rata kesediaan membayar Rp60 ribu per anak. Dari perhitungan Travel Cost Method, kegiatan ini diperkirakan mampu menggerakkan ekonomi lokal sebesar Rp42 juta hingga Rp64 juta per tahun.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

"Kami sudah melakukan survey dan melakukan pengitungan ekonomi terkait program ini," tuturnya.

Tak berhenti di sana, tim Pawon Gerabah juga mengembangkan Pawon Market, pusat penjualan produk gerabah lokal yang sekaligus berfungsi sebagai ruang pelatihan bagi pengrajin muda. Dana hasil kegiatan digunakan untuk pelatihan, promosi digital, dan pengembangan fasilitas produksi. Mereka juga menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat untuk mengenalkan program tersebut.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Hingga kini, lebih dari seratus peserta dari berbagai jenjang usia telah mengikuti program ini," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.