Sabtu, 06 Jun 2026 19:09 WIB

Semangat Santri Tuna Netra Warnai Peringatan Hari Santri di Surabaya

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 26 Okt 2025 22:13 WIB
Penyerahan Bantuan Tunatera dalam rangkaian Lomba Hafalan dan Baca Al Quran Braille di Surabaya, Minggu (26/10/2025). (Foto: FJN for JatimNow.com)
Penyerahan Bantuan Tunatera dalam rangkaian Lomba Hafalan dan Baca Al Quran Braille di Surabaya, Minggu (26/10/2025). (Foto: FJN for JatimNow.com)

jatimnow.com - Memperingati Hari Santri Nasional 2025, puluhan santri tuna netra dari berbagai daerah di Jawa Timur menunjukkan kemampuan luar biasa mereka dalam lomba hafalan dan baca Al-Qur'an Braille yang digelar di Gedung BKKKS Surabaya, Minggu (26/10/2025).

Sebanyak 48 peserta disabilitas netra dari Surabaya, Banyuwangi, Sidoarjo, dan kota lainnya, turut ambil bagian dalam kegiatan yang diinisiasi oleh TPQ Inklusi Roudlotu Ulum. Acara ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bentuk nyata semangat inklusivitas dalam dunia pendidikan agama Islam.

Baca Juga: Aktivitas Pondok Ramadan Siswa SLB B di Tulungagung, Mengaji Al-Quran Braille

Ketua TPQ Inklusi Roudlotu Ulum, Ahmad Budianto, menyampaikan pesan penuh makna tentang semangat belajar para santri difabel.

“Tidak ada ciptaan Tuhan yang gagal. Kami tuna netra adalah makhluk ciptaan-Nya yang patut disyukuri dengan terus belajar mengaji Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia menegaskan, meski memiliki keterbatasan fisik, semangat untuk mendalami ilmu agama tak boleh surut.

“Belajar Al-Qur’an adalah kewajiban setiap Muslim. Tidak ada alasan untuk berhenti belajar hanya karena keterbatasan,” tambahnya.

Sementara itu, Prof.KH. Mukhrojin, Pembina Sekolah Alam Insan Qurani Braille sekaligus Penyuluh Agama Islam Kota Surabaya, mengapresiasi semangat para peserta.

Baca Juga: Ra Ibong Raih Penghargaan FJN, Dorong Kader NU Melek Teknologi

“Jihad para santri tuna netra adalah belajar dan memahami Al-Qur’an dengan huruf Braille. Setiap santri wajib berjuang menuntut ilmu, baik dalam keadaan sehat maupun dengan keterbatasan fisik,” katanya.

Menurut Prof. Mukhrojin, kegiatan seperti ini menjadi teladan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus beribadah dan menuntut ilmu agama. Ia juga berharap, gerakan inklusif seperti ini terus mendapatkan dukungan dari masyarakat dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Hal senada disampaikan oleh Gus Khozin, salah satu panitia pelaksana acara. “Lomba ini menjadi wadah bagi para santri tuna netra untuk menunjukkan kemampuan mereka. Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak mengurangi semangat dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an,” jelasnya.

Baca Juga: Sambut Bonus Demografi, Ini Langkah Muslimat NU Blitar

Selain memupuk semangat belajar, acara ini juga memperkuat nilai-nilai keberagaman dan inklusivitas dalam pendidikan Islam. Santri dengan berbagai latar belakang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, mengaji, dan berkompetisi secara sehat.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin menghargai potensi luar biasa para santri tuna netra. Mereka adalah inspirasi nyata tentang ketekunan, keikhlasan, dan cinta kepada Al-Qur’an,” pungkas Gus Khozin.

Acara peringatan Hari Santri ini pun menjadi momentum berharga untuk menegaskan bahwa semangat santri tidak mengenal batas, termasuk batas penglihatan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.