Sabtu, 06 Jun 2026 10:07 WIB

Cerita Haru Sondos Shnewra, Mahasiswa Gaza yang Lulus Cumlaude di Surabaya

Sondos Jehad Shnewra, mahasiswi asal Palestina. (Foto: Humas UM Surabaya)
Sondos Jehad Shnewra, mahasiswi asal Palestina. (Foto: Humas UM Surabaya)

jatimnow.com - Di saat sebagian besar keluarganya masih bertahan di Gaza yang dilanda perang, Sondos Jehad Shnewra, mahasiswi asal Palestina, justru mengukir prestasi luar biasa di Indonesia. Ia dinyatakan lulus cumlaude dari Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), membuktikan bahwa semangat belajar mampu menembus batas perang dan jarak.

Datang ke Indonesia melalui program beasiswa Lazismu Jawa Timur, Sondos melanjutkan studi S2 di bidang yang menjadi cita-citanya. Ia mengaku, keputusannya menempuh pendidikan di Indonesia mendapat restu penuh dari keluarga, karena negeri ini dikenal aman dan selalu menunjukkan kepedulian terhadap rakyat Palestina.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Lobi PBB untuk Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel

“Saya merasa sangat terhormat dan bersyukur. Kampus ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua bagi saya, tempat saya menemukan keluarga, persahabatan lintas bangsa, serta nilai kemanusiaan yang hidup setiap hari,” ujar Sondos penuh haru saat memberikan sambutan di acara wisuda, Sabtu (25/10/2025).

Dua tahun terakhir bukan masa yang mudah bagi perempuan asal Gaza ini. Ketika ia sibuk menyelesaikan tugas akhir, kabar tentang serangan udara dan korban di tanah kelahirannya terus berdatangan. Namun, Sondos memilih bertahan dan menyelesaikan studinya dengan keteguhan hati.

“Saya mohon doa untuk keluarga saya yang masih berada di Palestina. Saya bersyukur Allah memberikan sahabat-sahabat dan dosen yang selalu mendoakan saya,” ungkapnya.

Meski jauh dari keluarga, Sondos mengaku mendapat dukungan luar biasa dari lingkungan kampus. Ia kerap mendapat semangat dari teman-teman Indonesia yang memahami kondisi Palestina.

Dalam sambutannya, Sondos menyampaikan terima kasih mendalam kepada pihak UM Surabaya dan Lazismu atas beasiswa yang membuka jalan baginya untuk melanjutkan pendidikan. Baginya, beasiswa itu bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi wujud solidaritas nyata Indonesia terhadap Palestina.

“Beasiswa ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi tentang harapan dan persaudaraan antarbangsa,” tutur Sondos.

Baca Juga: PFI Kecam Israel Atas Penahanan Wartawan Foto Republika

Usai lulus, ia berharap dapat berkontribusi di bidang kemanusiaan dan membawa nama baik Indonesia di mata rakyat Palestina.

“Saya ingin menjadi orang Palestina yang dikenang baik di Indonesia, karena bangsa ini telah memberi saya kesempatan besar,” katanya.

Momen wisuda UM Surabaya tak hanya diwarnai tangis haru, tetapi juga tawa. Di akhir sambutannya, Sondos sempat melontarkan candaan yang membuat suasana ruangan mencair.

“Pak Rektor, apakah saya juga akan diberikan beasiswa S3? Hehe... atau mungkin ada rekomendasi jodoh untuk saya?” ucapnya disambut gelak tawa hadirin.

Baca Juga: Land Convoy Gaza, Relawan Asal Surabaya Gabung Misi Global di Rafah

“Kalau soal beasiswa S3, insyaAllah kita doakan ada jalan terbaik. Tapi kalau soal jodoh, nanti kita bentuk Tim Jodoh Palestina–Indonesia UM Surabaya,” ujarnya, disambut tawa gemuruh para wisudawan.

Kisah Sondos menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di tengah perang dan keterbatasan, ia berhasil membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan kemanusiaan lintas bangsa. Ia tak hanya membawa pulang gelar akademik, tapi juga pesan kuat tentang perdamaian dan keteguhan hati.

“Perjuangan Sondos adalah bukti bahwa ilmu dan kemanusiaan bisa berjalan berdampingan. Ia memberi teladan bahwa semangat belajar tak akan padam, bahkan di tengah perang,” ujar salah satu dosen pembimbingnya, yang turut hadir dalam wisuda.

Kini, setelah resmi menjadi lulusan cumlaude, Sondos bertekad menjalani hidup damai dan bermanfaat. Ia menegaskan satu pesan sederhana yang menggema di ruang wisuda: “Perang bisa menghancurkan rumah, tapi tidak bisa menghancurkan mimpi.”

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.