Kamis, 23 Jul 2026 04:58 WIB

Perempuan di Tulungagung Tewas Tertabrak Kereta Api Gajayana

  • Penulis :
  • | Rabu, 08 Okt 2025 08:44 WIB
Foto: Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Seorang perempuan di Tulungagung tewas tertabrak kereta api Gajayana relasi Gambir-Malang. Kecelakaan ini terjadi di rel kereta api masuk Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. Kerasnya benturan menyebabkan tubuh korban terpisah menjadi beberapa bagian. Petugas sempat kesulitan mengidentifikasi jenazah korban. Namun dari sejumlah ciri-ciri seperti pakaian dan anting, korban diduga merupaka warga sekitar rel tersebut.

Salah seorang warga, Sutoyo mengatakan peristiwa kecelakaan ini diduga terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Warga awalnya tidak mengetahui adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Mereka baru tahu setelah kereta api berhenti mendadak dan petugas berjalan menyusuri rel. Kereta api Gajayana ini diketahui melaju dari arah utara menuju selatan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

"Warga tahunya setelah ada kereta api berhenti dan petugas menyusuri rel ke arah utara seperti mencari sesuatu, ternyata ada kecelakaaan," ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Kondisi tubuh korban yang hancur membuat proses identifikasi mengalami kesulitan. Warga berusaha mengenali identitas korban melalui sejumlah ciri-ciri. Berdasar pakaian dan anting yang dikenakan, korban diduga bernama Siti (60) warga setempat. Saat dilakukan pengecekan Siti ternyata tidak ada dirumah dan tidak diketahui keberadaannya. Meski begitu mereka memilih menunggu hasil identifikasi petugas untuk memastikan identitas korban. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Dugaan sementara korban bernama Siti, tapi kita masih menunggu hasil identifikasi petugas untuk memastikan," tuturnya.

Sementara itu Manager Humas Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul mengatakan, perjalanan KA Gajayana mengalami keterlambatan sekitar 53 menit akibat kecelakaan ini. Selain itu kecelakaan juga berdampak terhadap KA 421 Penataran yang terlambat hingga 32 menit. PT KAI sendiri mengimbau kepada warga yang berada di sekitar rel untuk selalu waspada dan berhat-hati.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

“Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI dan pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Jalur rel adalah area terbatas dan sangat berbahaya bagi aktivitas selain perkeretaapian,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.