Minggu, 07 Jun 2026 09:15 WIB

Perempuan di Tulungagung Tewas Tertabrak Kereta Api Gajayana

  • Penulis :
  • | Rabu, 08 Okt 2025 08:44 WIB
Foto: Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan kereta api. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Seorang perempuan di Tulungagung tewas tertabrak kereta api Gajayana relasi Gambir-Malang. Kecelakaan ini terjadi di rel kereta api masuk Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. Kerasnya benturan menyebabkan tubuh korban terpisah menjadi beberapa bagian. Petugas sempat kesulitan mengidentifikasi jenazah korban. Namun dari sejumlah ciri-ciri seperti pakaian dan anting, korban diduga merupaka warga sekitar rel tersebut.

Salah seorang warga, Sutoyo mengatakan peristiwa kecelakaan ini diduga terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Warga awalnya tidak mengetahui adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Mereka baru tahu setelah kereta api berhenti mendadak dan petugas berjalan menyusuri rel. Kereta api Gajayana ini diketahui melaju dari arah utara menuju selatan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

"Warga tahunya setelah ada kereta api berhenti dan petugas menyusuri rel ke arah utara seperti mencari sesuatu, ternyata ada kecelakaaan," ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Kondisi tubuh korban yang hancur membuat proses identifikasi mengalami kesulitan. Warga berusaha mengenali identitas korban melalui sejumlah ciri-ciri. Berdasar pakaian dan anting yang dikenakan, korban diduga bernama Siti (60) warga setempat. Saat dilakukan pengecekan Siti ternyata tidak ada dirumah dan tidak diketahui keberadaannya. Meski begitu mereka memilih menunggu hasil identifikasi petugas untuk memastikan identitas korban. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

"Dugaan sementara korban bernama Siti, tapi kita masih menunggu hasil identifikasi petugas untuk memastikan," tuturnya.

Sementara itu Manager Humas Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul mengatakan, perjalanan KA Gajayana mengalami keterlambatan sekitar 53 menit akibat kecelakaan ini. Selain itu kecelakaan juga berdampak terhadap KA 421 Penataran yang terlambat hingga 32 menit. PT KAI sendiri mengimbau kepada warga yang berada di sekitar rel untuk selalu waspada dan berhat-hati.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

“Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI dan pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Jalur rel adalah area terbatas dan sangat berbahaya bagi aktivitas selain perkeretaapian,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.