Minggu, 14 Jun 2026 06:27 WIB

UK Petra Bangga, Prof Rita Rehatta Dinobatkan Sebagai Pelopor Ilmu Nyeri

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 07 Okt 2025 13:59 WIB
Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta. (Foto: Humas PCU)
Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta. (Foto: Humas PCU)

jatimnow.com - Di balik senyum hangatnya, tersimpan bara semangat seorang pelopor. Dialah Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta, Dekan Fakultas Kedokteran UK Petra, yang baru saja menorehkan tinta emas di kancah medis Indonesia.

Pada ajang ISAPM AWARDS 2025, ia dinobatkan sebagai Pelopor Ilmu Nyeri, sebuah penghargaan atas dedikasinya mengubah cara pandang kita terhadap nyeri. Bukan lagi sekadar gejala, tapi sebuah ilmu yang berdiri sendiri!

Baca Juga: Mahasiswa UK Petra Kampanyekan Deteksi Dini Kanker Payudara

Siapa sangka, perempuan sederhana lulusan tahun 1981 ini mampu mengguncang dunia medis? Prof. Rita, sapaan akrabnya, dengan gigih memperjuangkan pengakuan nyeri sebagai disiplin ilmu yang utuh.

Dedikasinya tak main-main. Di tengah kesibukannya sebagai Dekan FK UK Petra, ia tak lelah mengedukasi dan membuktikan bahwa nyeri adalah masalah kompleks yang membutuhkan penanganan serius.

"Dulu, nyeri itu cuma dianggap 'ah, cuma nyeri biasa'. Tapi, nyeri itu nggak sesederhana itu!" ungkap Prof. Rita dengan mata berbinar saat ditemui usai menerima penghargaan Lifetime Achievement di bidang Nyeri dari Indonesian Society of Anaesthesiology & Pain Management (ISAPM).

"Nyeri itu bisa merusak kualitas hidup seseorang. Bahkan, bisa bikin orang nggak bisa tidur!" ucapnya.

Disertasi Prof. Rita pada tahun 1999 menjadi tonggak penting dalam perkembangan ilmu nyeri di Indonesia. Penelitiannya yang mendalam tentang hubungan psikologis dan fisiologis dalam persepsi nyeri membuka mata banyak pihak. Ia membuktikan bahwa nyeri bukan hanya soal fisik, tapi juga melibatkan emosi dan pikiran.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

"Ilmu nyeri itu fokus pada semua fungsi tubuh, termasuk otak dan sistem emosi. Jadi, nggak bisa cuma diobati dengan obat pereda nyeri saja," jelasnya.

Berkat kegigihannya, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) akhirnya memberikan pengakuan resmi dengan memberikan Surat Tanda Registrasi (STR) dan izin praktik mandiri untuk bidang nyeri.

Namun, perjuangan Prof. Rita belum usai. Ia masih menyimpan mimpi besar untuk ilmu nyeri di Indonesia. "Tantangan kita adalah meyakinkan masyarakat dan para profesional bahwa nyeri itu masalah serius yang harus ditangani oleh ahlinya," tegasnya.

Baca Juga: Petra Theatre Angkat Trauma Pelecehan Pria lewat “The Chain”

Ia berharap, ilmu nyeri bisa disosialisasikan lebih luas melalui workshop dan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan kedokteran.

Tak hanya itu, Prof. Rita juga punya impian untuk mewujudkan Klinik Nyeri di Kampus UK Petra. Klinik ini diharapkan menjadi pusat unggulan dengan layanan komprehensif yang melibatkan berbagai ahli, mulai dari dokter spesialis nyeri hingga psikolog.

"Kita ingin memanfaatkan teknologi terkini untuk mendiagnosis dan menangani nyeri. Yang penting, pasien merasa nyaman dan aman," pungkasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.