Sabtu, 06 Jun 2026 16:03 WIB

Panutan! Wisudawan Tertua ITS Raih Doktor di Usia 63 Tahun

Wisudawan Tertua ITS, Dr Dra Wiwik Dahani MT (berkebaya hijau) dan suami bersama anak dan cucu dalam wisuda salah satu anaknya. (Foto/Humas ITS)
Wisudawan Tertua ITS, Dr Dra Wiwik Dahani MT (berkebaya hijau) dan suami bersama anak dan cucu dalam wisuda salah satu anaknya. (Foto/Humas ITS)

jatimnow.com - Di usia 63 tahun, Dr. Dra. Wiwik Dahani, MT., membuktikan bahwa semangat belajar tak lekang oleh waktu. Wisudawan program studi S3 Kimia, Fakultas Sains Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini akan diwisuda pada Wisuda ke-132, Sabtu (27/9/2025), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang membanggakan, yaitu 3,95.

Wiwik, yang juga merupakan dosen Universitas Trisakti selama hampir 40 tahun, mengungkapkan bahwa motivasinya untuk kembali menuntut ilmu adalah kecintaannya pada pengetahuan dan keinginan untuk mencari makna hidup.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

"Saya ingin memotivasi orang-orang di sekitar saya untuk terus semangat belajar. Saya ingin menunjukkan bahwa jika saya bisa, mereka juga pasti bisa," ujarnya penuh semangat.

Pilihan Wiwik untuk melanjutkan studi di ITS bukan tanpa alasan. Selain karena ITS merupakan salah satu kampus impiannya sejak SMA, Surabaya juga merupakan kampung halamannya.

"Banyak teman lama saya yang ada di ITS. Selain itu, lingkungan di sini sangat mendukung dan maju untuk studi doktoral saya," jelasnya.

Disertasi Wiwik membahas mengenai Pembuatan Frother Berbasis Minyak Sawit Mentah dan Karbon Aktif Bambu untuk Pemisahan Monasit dari Tailing Penambangan Timah. Ia mengulik teknik pengambilan logam tanah jarang di Indonesia yang lebih efisien.

"Program doktoral Kimia di ITS sangat cocok dengan keilmuan yang sedang saya geluti, yaitu tentang pertambangan," imbuh wisudawan tertua ITS.

Perjalanan Wiwik dalam menempuh pendidikan doktoral tentu tidak selalu mudah. Kendala fisik menjadi salah satu tantangan utama. Bahkan, ia sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum sidang promosi doktor.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

"Sempat khawatir juga dengan kondisi kesehatan, tapi ternyata selama kuliah justru kondisi fisik saya lebih baik. Mungkin karena saya menjalaninya dengan senang dan sepenuh hati," ungkapnya.

Dukungan dari keluarga, kolega, dan kampus tempatnya mengajar juga menjadi penyemangat bagi Wiwik.

"Anak-anak sempat khawatir, tapi akhirnya mereka mendukung penuh setelah melihat semangat saya. Dukungan dari kampus tempat saya mengajar juga sangat membantu," tuturnya.

Setelah menyelesaikan program doktoral selama tiga tahun, Wiwik bertekad untuk terus berkarya dan memberikan manfaat di sisa masa kerjanya.

Baca Juga: ITS Resmikan Wall Climbing, Dorong Jatim Jadi Lumbung Atlet Panjat Tebing

"Saya akan terus memberikan kebermanfaatan sebanyak-banyaknya. Jika bisa, setelah pensiun pun saya tetap ingin berkarya," harapnya.

Semangat Wiwik dalam menuntut ilmu sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas.

"Saya harap perjalanan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus semangat dalam menuntut ilmu," pungkasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.