Rabu, 22 Jul 2026 22:16 WIB

Panutan! Wisudawan Tertua ITS Raih Doktor di Usia 63 Tahun

Wisudawan Tertua ITS, Dr Dra Wiwik Dahani MT (berkebaya hijau) dan suami bersama anak dan cucu dalam wisuda salah satu anaknya. (Foto/Humas ITS)
Wisudawan Tertua ITS, Dr Dra Wiwik Dahani MT (berkebaya hijau) dan suami bersama anak dan cucu dalam wisuda salah satu anaknya. (Foto/Humas ITS)

jatimnow.com - Di usia 63 tahun, Dr. Dra. Wiwik Dahani, MT., membuktikan bahwa semangat belajar tak lekang oleh waktu. Wisudawan program studi S3 Kimia, Fakultas Sains Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini akan diwisuda pada Wisuda ke-132, Sabtu (27/9/2025), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang membanggakan, yaitu 3,95.

Wiwik, yang juga merupakan dosen Universitas Trisakti selama hampir 40 tahun, mengungkapkan bahwa motivasinya untuk kembali menuntut ilmu adalah kecintaannya pada pengetahuan dan keinginan untuk mencari makna hidup.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

"Saya ingin memotivasi orang-orang di sekitar saya untuk terus semangat belajar. Saya ingin menunjukkan bahwa jika saya bisa, mereka juga pasti bisa," ujarnya penuh semangat.

Pilihan Wiwik untuk melanjutkan studi di ITS bukan tanpa alasan. Selain karena ITS merupakan salah satu kampus impiannya sejak SMA, Surabaya juga merupakan kampung halamannya.

"Banyak teman lama saya yang ada di ITS. Selain itu, lingkungan di sini sangat mendukung dan maju untuk studi doktoral saya," jelasnya.

Disertasi Wiwik membahas mengenai Pembuatan Frother Berbasis Minyak Sawit Mentah dan Karbon Aktif Bambu untuk Pemisahan Monasit dari Tailing Penambangan Timah. Ia mengulik teknik pengambilan logam tanah jarang di Indonesia yang lebih efisien.

"Program doktoral Kimia di ITS sangat cocok dengan keilmuan yang sedang saya geluti, yaitu tentang pertambangan," imbuh wisudawan tertua ITS.

Perjalanan Wiwik dalam menempuh pendidikan doktoral tentu tidak selalu mudah. Kendala fisik menjadi salah satu tantangan utama. Bahkan, ia sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum sidang promosi doktor.

Baca Juga: ITS Kembangkan Alat Panjat Kelapa, Petani Bisa Panen Lebih Cepat dan Aman

"Sempat khawatir juga dengan kondisi kesehatan, tapi ternyata selama kuliah justru kondisi fisik saya lebih baik. Mungkin karena saya menjalaninya dengan senang dan sepenuh hati," ungkapnya.

Dukungan dari keluarga, kolega, dan kampus tempatnya mengajar juga menjadi penyemangat bagi Wiwik.

"Anak-anak sempat khawatir, tapi akhirnya mereka mendukung penuh setelah melihat semangat saya. Dukungan dari kampus tempat saya mengajar juga sangat membantu," tuturnya.

Setelah menyelesaikan program doktoral selama tiga tahun, Wiwik bertekad untuk terus berkarya dan memberikan manfaat di sisa masa kerjanya.

Baca Juga: UNUSA Tembus 3 Besar Nasional Bidang Kesehatan Versi THE Impact 2026

"Saya akan terus memberikan kebermanfaatan sebanyak-banyaknya. Jika bisa, setelah pensiun pun saya tetap ingin berkarya," harapnya.

Semangat Wiwik dalam menuntut ilmu sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas.

"Saya harap perjalanan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus semangat dalam menuntut ilmu," pungkasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.