Sabtu, 06 Jun 2026 23:49 WIB

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Geger Madiun Tekankan Pola Asuh dan Teladan Ortu

  • Penulis :
  • | Minggu, 21 Sep 2025 14:45 WIB
Kapolsek Geger saat memberikan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja. (Foto: Humas Polres Madiun/jatimnow.com)
Kapolsek Geger saat memberikan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja. (Foto: Humas Polres Madiun/jatimnow.com)

jatimnow.com — Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan gaya hidup remaja, upaya pencegahan kenakalan remaja tak bisa hanya mengandalkan aturan dan larangan. Polsek Geger Madiun melihat bahwa kunci sesungguhnya terletak pada pola asuh dan keteladanan orang tua.

Itulah yang coba ditegaskan Kapolsek Geger, AKP Hafiz Prasetia Akbar, saat berdialog dengan warga Desa Purworejo, Sabtu (20/9/2025). Bersama aparat desa, ia mengumpulkan para orang tua dan remaja di balai desa untuk berbincang tentang pentingnya menghadirkan lingkungan yang sehat dan mendukung perkembangan anak.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Menurut AKP Hafiz, perilaku remaja kerap disalahartikan sebagai kenakalan, padahal secara ilmiah otak mereka masih dalam tahap perkembangan. Pada masa ini, dorongan untuk mencari sensasi dan pengakuan jauh lebih cepat muncul dibanding kemampuan mengendalikan diri. Karena itu, rangsangan emosional yang positif dan struktur kehidupan keluarga memegang peran besar.

“Pada masa remaja, bagian otak yang mengejar sensasi dan pujian lebih cepat ‘menyala’, sementara pusat kontrol diri masih berkembang. Karena itu, rumah tangga yang hangat, penuh aturan jelas tanpa kekerasan, serta orang tua yang bisa jadi teladan akan sangat menentukan,” jelasnya.

Baca Juga: Geger Paket Misterius di Depan Exit Tol Madiun, Isinya Berbahaya

Hafiz mencontohkan sederhana, jika orang tua lebih sering menatap layar ponsel daripada membaca buku, jangan berharap anak gemar membaca. Jika orang tua terbiasa begadang menonton televisi, sulit berharap anak akan mencintai pelajaran di sekolah.

Ia menekankan, pola asuh bukan hanya tanggung jawab keluarga inti. Kehadiran tokoh masyarakat, mulai dari pemerintah desa, PKK, guru, pelatih silat, tokoh agama hingga komunitas pemuda, juga penting menjadi figur panutan. Mereka, menurut Hafiz, perlu konsisten menunjukkan sikap peduli dan membimbing remaja agar tumbuh di jalur yang benar.

Baca Juga: Oknum Wartawan Madiun Diringkus, Setubuhi Siswi SMK selama 2 Tahun

“Bimbingan orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada pola pikir serta tumbuh kembang anak. Lingkungan yang positif akan mencetak generasi muda yang tangguh, sehat, dan terhindar dari perilaku menyimpang,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.