Rabu, 22 Jul 2026 06:44 WIB

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Geger Madiun Tekankan Pola Asuh dan Teladan Ortu

  • Penulis :
  • | Minggu, 21 Sep 2025 14:45 WIB
Kapolsek Geger saat memberikan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja. (Foto: Humas Polres Madiun/jatimnow.com)
Kapolsek Geger saat memberikan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja. (Foto: Humas Polres Madiun/jatimnow.com)

jatimnow.com — Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan gaya hidup remaja, upaya pencegahan kenakalan remaja tak bisa hanya mengandalkan aturan dan larangan. Polsek Geger Madiun melihat bahwa kunci sesungguhnya terletak pada pola asuh dan keteladanan orang tua.

Itulah yang coba ditegaskan Kapolsek Geger, AKP Hafiz Prasetia Akbar, saat berdialog dengan warga Desa Purworejo, Sabtu (20/9/2025). Bersama aparat desa, ia mengumpulkan para orang tua dan remaja di balai desa untuk berbincang tentang pentingnya menghadirkan lingkungan yang sehat dan mendukung perkembangan anak.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Menurut AKP Hafiz, perilaku remaja kerap disalahartikan sebagai kenakalan, padahal secara ilmiah otak mereka masih dalam tahap perkembangan. Pada masa ini, dorongan untuk mencari sensasi dan pengakuan jauh lebih cepat muncul dibanding kemampuan mengendalikan diri. Karena itu, rangsangan emosional yang positif dan struktur kehidupan keluarga memegang peran besar.

“Pada masa remaja, bagian otak yang mengejar sensasi dan pujian lebih cepat ‘menyala’, sementara pusat kontrol diri masih berkembang. Karena itu, rumah tangga yang hangat, penuh aturan jelas tanpa kekerasan, serta orang tua yang bisa jadi teladan akan sangat menentukan,” jelasnya.

Baca Juga: Geger Paket Misterius di Depan Exit Tol Madiun, Isinya Berbahaya

Hafiz mencontohkan sederhana, jika orang tua lebih sering menatap layar ponsel daripada membaca buku, jangan berharap anak gemar membaca. Jika orang tua terbiasa begadang menonton televisi, sulit berharap anak akan mencintai pelajaran di sekolah.

Ia menekankan, pola asuh bukan hanya tanggung jawab keluarga inti. Kehadiran tokoh masyarakat, mulai dari pemerintah desa, PKK, guru, pelatih silat, tokoh agama hingga komunitas pemuda, juga penting menjadi figur panutan. Mereka, menurut Hafiz, perlu konsisten menunjukkan sikap peduli dan membimbing remaja agar tumbuh di jalur yang benar.

Baca Juga: Oknum Wartawan Madiun Diringkus, Setubuhi Siswi SMK selama 2 Tahun

“Bimbingan orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada pola pikir serta tumbuh kembang anak. Lingkungan yang positif akan mencetak generasi muda yang tangguh, sehat, dan terhindar dari perilaku menyimpang,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.