Sabtu, 06 Jun 2026 16:13 WIB

Ibu Ajukan Penangguhan Penahanan Anaknya yang Diamankan Pasca Demo di Kediri

  • Penulis :
  • | Jumat, 19 Sep 2025 14:30 WIB
Ketua Koordinator RPAI Kediri, Roy Kurnia Irawan. (dok pribadi)
Ketua Koordinator RPAI Kediri, Roy Kurnia Irawan. (dok pribadi)

jatimnow.com - Seorang ibu rumah tangga di Kediri berinisial DK (43) mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk anaknya NA (15), yang kini masih duduk di bangku SMP. NA diamankan polisi pasca demonstrasi yang berakhir rusuh di Polres Kediri Kota akhir Agustus 2025 lalu. Sang anak dijerat Pasal 170 KUHP tentang perusakan bersama-sama.

Permohonan penangguhan tersebut diajukan DK secara resmi kepada Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, pada 13 September 2025 yang lalu. Dalam surat permohonan, DK menyatakan kesanggupan menjaga agar anaknya tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan pidana serupa, serta tidak mempersulit proses hukum yang saat ini tengah berjalan.

Baca Juga: Polres Kediri Kota Tangkap 2 Pelaku Pengeroyokan di Ngronggo

Ia juga berjanji akan menghadirkan sang buah hati sewaktu-waktu apabila dibutuhkan penyidik, serta memastikan anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah. Hingga kini, permohonan tersebut belum dikabulkan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Produksi dan Jual Video Asusila, Pasutri di Kediri Ditangkap Polisi

DK memberikan kuasa kepada Relawan Perempuan dan Anak Indonesia (RPAI) untuk mendampingi proses hukum anaknya. Ketua Koordinator RPAI Kediri, Roy Kurnia Irawan, menegaskan pihaknya juga sudah mengirimkan permohonan penangguhan kepada Kapolri.

"Kami juga sudah mengirim permohonan kepada Bapak Kapolri agar menangguhkan penahanan anak SMP di salah satu kota kediri tersebut karena anak tersebut masih membutuhkan pendidikan dan kasih sayang orang tua," kata Roy pada Jumat (19/9/2025).

Baca Juga: Balita di Kediri Tewas Dianiaya Neneknya karena Menolak Tidur Siang

"Anak tersebut hanya ikut-ikutan temannya dan dia bukan provokatornya, semoga Bapak Kapolri mengabulkan permohonan penangguhan dari kami. Mengingat anak tersebut masih SMPN, masih membutuhkan pendidikan untuk masa depannya dan anak-anak adalah aset yang berharga bagi bangsa dan negara yang harus kita jaga dan dilindungi bersama," tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.