Kamis, 11 Jun 2026 21:06 WIB

Kasus Pedofilia, UKWMS Ajak Masyarakat Berani Bicara dan Bertindak

Prof Aureliano Pacciolla, seorang psikolog forensik dan psikoterapis asal Italia yang menjadi narasumber workshop internasional bertajuk “The Uncomfortable Truth: Can We Predict and Prevent Pedophilia?”. (Foto/Humas UKWMS)
Prof Aureliano Pacciolla, seorang psikolog forensik dan psikoterapis asal Italia yang menjadi narasumber workshop internasional bertajuk “The Uncomfortable Truth: Can We Predict and Prevent Pedophilia?”. (Foto/Humas UKWMS)

jatimnow.com - Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FPSI UKWMS) menggelar workshop internasional bertajuk “The Uncomfortable Truth: Can We Predict and Prevent Pedophilia?” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan pedofilia.

Acara yang berlangsung di Kampus UKWMS Pakuwon City, Kamis (11/9) tersebut dihadiri oleh mahasiswa, dosen, praktisi kesehatan, serta psikologi yang peduli terhadap isu perlindungan anak.

Baca Juga: Solidaritas Warga, UKWMS Ingatkan Pentingnya Aksi Nyata di Era Digital

Dekan Fakultas Psikologi UKWMS, Agnes Maria Sumargi, menegaskan pentingnya membicarakan isu pedofilia secara terbuka, meskipun masih jarang dilakukan.

“Topik ini menggelisahkan, tetapi justru karena itulah kita harus berani membicarakannya demi perlindungan anak-anak,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UKWMS, Lanny Hartanti, menegaskan bahwa pedofilia adalah isu yang mendesak secara moral dan sosial.

“Ini adalah sebuah uncomfortable truth, kebenaran yang tidak menyenangkan, namun harus kita hadapi bersama-sama,” ujarnya.

Professor Aureliano Pacciolla, seorang psikolog forensik dan psikoterapis asal Italia yang menjadi narasumber utama, memaparkan cara serta edukasi yang menjadi pembahasan dalam penelitiannya, yang dapat diterapkan oleh orang tua dan anak-anak.

Baca Juga: Pesan Dokter Gelandangan Untuk Maba UKWMS

“Pertama, kita dapat mengedukasi anak-anak sejak usia 5 – 12 tahun, situasi kritis yang berisiko bagi mereka. Termasuk ketika mereka di usia remaja, 15 – 16 tahun. Kedua, mengajarkan kepada mereka, bila dalam situasi yang berisiko, apa yang harus dilakukan. Termasuk, harus segera melapor ke guru atau orang tua,” terang Profesor penerima Victor Frankl’s Award 2024.

Prof. Aureliano menambahkan bahwa metode pengajaran kepada anak-anak dapat menggunakan media kreatif seperti gambar, kartun, animasi, hingga cerita yang mudah dipahami, sehingga mereka paham dan waspada terhadap situasi di sekitarnya.

Lalu, apa yang bisa dilakukan dalam menghadapi pelaku pedofilia? “Kita sebagai psikolog dan profesional, punya tugas untuk bisa memulihkan mereka. Tetapi untuk bisa sepenuhnya sembuh, masih belum tentu karena ini adalah gangguan. Namun, kita harus merawat mereka, menjaga emosinya,” tutur Prof. Aureliano.

Baca Juga: UKWMS Siapkan Mahasiswa Baru Hadapi Tantangan Perkuliahan Lewat PPK 2025

Erlyn Erawan, M.Ed., yang bertindak sebagai moderator, memberikan penjelasan dari Prof. Aureliano bahwa perbedaan antara normafilia dan parafilia terletak pada satu kata kunci: consent (persetujuan). Ia menjelaskan bahwa anak-anak tidak bisa memberikan persetujuan yang valid, apalagi ketika berada dalam situasi ancaman.

“Dalam kondisi apa pun kita harus berani berkata tidak,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UKWMS berharap masyarakat semakin sadar bahwa isu pedofilia bukan sekadar masalah individu, tetapi juga tantangan sosial yang harus dihadapi bersama. Keterbukaan, edukasi, serta keberanian melindungi anak-anak menjadi kunci dalam upaya pencegahan.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.