Senin, 08 Jun 2026 13:58 WIB

Pesan Dokter Gelandangan Untuk Maba UKWMS

Mahasiswa baru UKWMS ketika mengikuti embukaan Pekan Pengenalan Kampus (PPK) UKWMS 2025. (Foto: Humas UKWMS for JatimNow.com)
Mahasiswa baru UKWMS ketika mengikuti embukaan Pekan Pengenalan Kampus (PPK) UKWMS 2025. (Foto: Humas UKWMS for JatimNow.com)

jatimnow.com - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memberikan suntikan motivasi bagi mahasiswa baru melalui kisah inspiratif dua sosok yang berdedikasi bagi sesama.

Dalam Pembukaan Pekan Pengenalan Kampus (PPK) UKWMS 2025, mahasiswa diajak untuk tidak hanya fokus pada studi, tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat.

Baca Juga: Jalur SPAN PTKIN Berakhir, 4.235 Mahasiswa Baru Diterima UIN Tulungagung

Dosen Fakultas Keperawatan UKWMS yang dikenal sebagai 'Dokter Gelandangan', Michael Leksodimulyo, berbagi pengalamannya dalam melayani masyarakat marginal. Ia menegaskan pentingnya rasa syukur dan berbagi berkat yang telah diterima.

"Saat studi Sarjana hingga Doktor, saya mendapatkan beasiswa penuh. Saya merasakan kebaikan Tuhan, maka dari itu saya merasa perlu melakukan hal baik dari yang sudah saya dapat, yakni membantu mereka yang tidak mampu dari segi kesehatan," ungkap Michael di hadapan mahasiswa baru.

Michael tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Ia terjun langsung ke kolong jembatan, pemukiman di bantaran sungai, hingga gunungan sampah untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka yang membutuhkan. Kegigihannya membuahkan hasil dengan berdirinya Yayasan Pondok Kasih (YPK) pada tahun 2017.

Baca Juga: Mahasiswa Program S3 Studi Islam Unisda Lamongan Jalani Orientasi Kampus

"Jangan kita berhitung berkat yang kita dapatkan dari Tuhan, karena sejatinya kita tidak akan pernah tahu. Ketika kita berbuat baik, maka Tuhan akan memberikan kita berkat yang lainnya," pesan Michael.

Kisah inspiratif lainnya datang dari pendiri Komunitas Wepose Indonesia, Tabitha Neema Christy. Bersama teman-temannya di Fakultas Psikologi UKWMS, Tabitha mendirikan komunitas yang fokus pada isu anak-anak dan kaum marginal.

"Wepose sendiri adalah singkatan dari We are Different but One Purpose, artinya kita berbeda namun satu tujuan. Memiliki latar belakang berbeda antar anggota, namun punya satu tujuan untuk berdampak bagi masyarakat," jelas Tabitha.

Baca Juga: Kolaborasi UKM Untag Surabaya Semarakkan Expo 2025, Kreativitas dan Nasionalisme

Komunitas Wepose mengadakan berbagai kegiatan edukasi dan sosial, seperti membaca buku bersama anak-anak di samping rel kereta, festival anak, taman baca, hingga pemeriksaan kesehatan dengan menggandeng Fakultas Kedokteran UKWMS.

"Sebagai setiap individu, kita punya peran dan tanggung jawab untuk memajukan bangsa. Apapun kegiatannya, lakukan dengan sepenuh hati dan cinta, karena hasilnya akan bermakna," pungkas Tabitha.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.