Sabtu, 06 Jun 2026 15:13 WIB

Profesor ITS Kembangkan Satelit Altimetri Pantau Kenaikan Muka Laut di Indonesia

Prof Eko Yuli Handoko saat menjelaskan tren kenaikan muka laut di Indonesia. (Foto/Humas ITS)
Prof Eko Yuli Handoko saat menjelaskan tren kenaikan muka laut di Indonesia. (Foto/Humas ITS)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi dengan dikukuhkannya Prof Eko Yuli Handoko, sebagai Guru Besar ke-231 dalam bidang Ilmu Geodesi Satelit. Dalam orasi ilmiahnya, Eko mengungkap pentingnya pemantauan kenaikan muka laut di Indonesia melalui pengembangan satelit altimetri.

Perubahan iklim yang semakin nyata memicu kenaikan muka laut, menjadi ancaman serius bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Baca Juga: Cara Unik Tempat Nongkrong Surabaya Ajak Gen Z Peduli Isu Lingkungan

Eko Yuli Handoko menegaskan bahwa data akurat dari satelit altimetri sangat penting untuk memahami tren kenaikan muka laut. Data ini akan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan adaptasi, perencanaan pembangunan infrastruktur, serta menjaga ketahanan nasional.

“Data satelit menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan terkait perubahan iklim,” ujarnya.

Guru Besar Departemen Teknik Geomatika ITS ini menjelaskan bahwa instrumen altimeter pada satelit bekerja dengan memancarkan sinyal radar ke laut dan menghitung waktu pantulnya. Dari perhitungan tersebut, diperoleh data ketinggian muka laut dengan presisi sentimeter.

Menurutnya, teknologi ini sangat vital karena dapat menjangkau ribuan pulau di Indonesia tanpa bergantung pada stasiun darat yang terbatas.

“Altimetri satelit memiliki kemampuan untuk memantau wilayah perairan yang luas, termasuk area-area terpencil,” tambahnya.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Namun, Eko mengakui adanya tantangan teknis dalam pemantauan wilayah pesisir yang seringkali terganggu oleh kondisi daratan dan laut dangkal. Untuk mengatasi hal ini, ia mengintegrasikan data altimetri dengan Global Navigation Satellite System (GNSS) dan Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR).

“Dengan menggabungkan ketiga teknologi ini, kita dapat memperoleh data kenaikan muka laut relatif yang lebih akurat dan relevan bagi masyarakat,” jelas Eko.

Selain itu, Eko juga mengembangkan metode untuk meningkatkan kualitas data altimetri di wilayah tropis seperti Indonesia, yang seringkali terkendala oleh tingginya uap air di atmosfer. Ia memanfaatkan data dari stasiun GNSS darat untuk melakukan koreksi atmosfer Wet Tropospheric Correction dengan pendekatan GNSS-derived Path Delay (GPD).

“Dengan koreksi ini, data kenaikan muka laut menjadi lebih reliabel, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim,” ungkapnya.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Penelitian ini memiliki manfaat yang luas bagi Indonesia. Data akurat mengenai kenaikan muka laut dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan adaptasi perubahan iklim, seperti perencanaan tata ruang pesisir, pembangunan infrastruktur pelindung, hingga mitigasi bencana rob.

“Informasi ini sangat krusial untuk melindungi aset-aset strategis negara yang berada di wilayah pesisir, serta menjaga keselamatan masyarakat yang tinggal di daerah rentan,” tegas Eko, yang berasal dari Pringsewu, Lampung.

Kontribusi penelitian Eko ini juga mendukung komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-11 mengenai kota berkelanjutan, poin ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, serta poin ke-14 terkait ekosistem laut.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.