Rabu, 22 Jul 2026 10:16 WIB

ITS Perkuat Riset Energi Surya, Gandeng AESI Wujudkan Kemandirian Energi

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Auditorium Research Center ITS, Rabu (10/9/2025). (Foto/Humas ITS)
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Auditorium Research Center ITS, Rabu (10/9/2025). (Foto/Humas ITS)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) semakin memantapkan posisinya sebagai pusat riset energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) di Auditorium Research Center ITS, Rabu (10/9/2025).

Ketua Dewan Pengawas AESI, Ir Wiluyo Kusdwiharto, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai ITS memiliki potensi besar dalam riset energi surya, sejalan dengan target pemerintah untuk membangun pembangkit listrik fotovoltaik sebesar 117,1 gigawatt di Indonesia.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

"ITS dapat berperan dalam pengembangan teknologi agar kita tidak terus bergantung pada impor," ujarnya.

Dengan proyeksi investasi mencapai Rp 2.000 triliun, Wiluyo mendorong ITS untuk mengambil peran sentral dalam mengembangkan teknologi aplikatif untuk industri nasional.

"Saatnya insinyur Indonesia bangkit dan menciptakan teknologi untuk kemajuan bangsa," tegas alumnus Teknik Mesin ITS ini.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof Agus Muhamad Hatta, menegaskan bahwa ITS berkomitmen pada riset EBT. Hal ini dibuktikan dengan adanya Renewable Energy Independence Demonstrator (REIDI) yang menjadi living laboratory bagi mahasiswa.

Baca Juga: ITS Kembangkan Alat Panjat Kelapa, Petani Bisa Panen Lebih Cepat dan Aman

"Fasilitas ini menjadi bekal mencapai visi kemandirian energi nasional," tuturnya.

Hatta menambahkan bahwa kolaborasi dengan AESI bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret ITS untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Keterlibatan perguruan tinggi dalam riset dan pengembangan energi surya sangat penting, terlebih Indonesia memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan," ujar Guru Besar Teknik Fisika ITS ini.

Baca Juga: UNUSA Tembus 3 Besar Nasional Bidang Kesehatan Versi THE Impact 2026

Selain penandatanganan MoU, acara ini juga menghadirkan kuliah tamu dari Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, tentang tantangan dan strategi dalam dunia energi. Kuliah ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadi penerus yang menjawab tantangan energi bersih di Indonesia.

Melalui agenda ini, ITS menegaskan perannya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4, 7, 9, dan 17.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.