Minggu, 07 Jun 2026 02:08 WIB

Diduga Tercemar Limbah, Air Sungai Keluar Bau Menyengat dan Uap Panas

Petugas membongkar trotoar untuk mengambil contoh air yang diduga dicemari limbah
Petugas membongkar trotoar untuk mengambil contoh air yang diduga dicemari limbah

jatimnow.com - Diduga tercemar limbah beracun, Sungai Ngrowo yang terletak di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Kota, Tulungagung, menimbulkan bau yang menyengat. Selain itu, sungai tersebut juga dikeluhkan warga lantaran mengeluarkan uap panas di sepanjang alirannya.

Untuk menelusuri dugaan adanya limbah di Sungai Ngrowo tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Kabid Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Umar Sirojuddin mengatakan, untuk memastikan asal usul air yang diduga limbah ini, pihaknya harus membongkar trotoar yang ada di Jalan Mayjend Sungkono sampai Jalan dr Sutomo, Tulungagung.

Pembongkaran ini dilakukan untuk memeriksa asal sumber air berwarna yang mengalir di dalam selokan tersebut. “Kita buka sekitar 8 sampai 10 lubang selokan di trotoar untuk memastikan asal atau sumber air yang berwarna ini,” ujarnya, Sabtu (13/10/2018).

Setelah melakukan penelusuran, pihaknya memastikan air yang dibuang ke selokan tersebut bersumber dari pabrik pewarna celana jeans Sumber Sandang.

Kendati ditemukan saluran air yang menghubungkan saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik pabrik dan selokan di trotoar, namun pihaknya tidak bisa langsung memastikan jika air yang disalurkan ke selokan tersebut masuk dalam kategori limbah beracun.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

"Air paling banyak dibuang melalui saluran di depan pabrik pewarnaan jeans ini, tapi belum tentu mengandung racun," tuturnya.

Umar menegaskan, diperlukan uji laboratorium mendalam untuk memastikan kandungan air yang dibuang oleh pabrik pewarnaan jeans tersebut ke selokan pembuangan.

Pihaknya melakukan pengambilan contoh air yang dibuang ke selokan dan contoh air yang dihasilkan dari IPAL pembuangan. Ia memperkirakan hasil dari pengujian lab tersebut kemungkinan akan bisa diketahui 2 minggu dari sekarang.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

“Kita akan ujikan lab dulu kandungan air yang dibuang ke selokan, untuk mengetahui parameter apa saja yang ada di dalamnya” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan tim liputan, air hasil dari pengolahan IPAL yang dibuang ke selokan oleh pabrik pewarnaan celana jeans tersebut memang tidak nampak keruh dan cenderung berwarna bening. Namun masih nampak serat serat tinta atau kain yang belum terurai sempurna.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Jember tidak lagi dipandang sekedar daerah rural yang identik dengan komoditas tembakau atau pusat edukasi regional. Namun, telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru.