Kamis, 23 Jul 2026 08:23 WIB

Diduga Tercemar Limbah, Air Sungai Keluar Bau Menyengat dan Uap Panas

Petugas membongkar trotoar untuk mengambil contoh air yang diduga dicemari limbah
Petugas membongkar trotoar untuk mengambil contoh air yang diduga dicemari limbah

jatimnow.com - Diduga tercemar limbah beracun, Sungai Ngrowo yang terletak di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Kota, Tulungagung, menimbulkan bau yang menyengat. Selain itu, sungai tersebut juga dikeluhkan warga lantaran mengeluarkan uap panas di sepanjang alirannya.

Untuk menelusuri dugaan adanya limbah di Sungai Ngrowo tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Kabid Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Umar Sirojuddin mengatakan, untuk memastikan asal usul air yang diduga limbah ini, pihaknya harus membongkar trotoar yang ada di Jalan Mayjend Sungkono sampai Jalan dr Sutomo, Tulungagung.

Pembongkaran ini dilakukan untuk memeriksa asal sumber air berwarna yang mengalir di dalam selokan tersebut. “Kita buka sekitar 8 sampai 10 lubang selokan di trotoar untuk memastikan asal atau sumber air yang berwarna ini,” ujarnya, Sabtu (13/10/2018).

Setelah melakukan penelusuran, pihaknya memastikan air yang dibuang ke selokan tersebut bersumber dari pabrik pewarna celana jeans Sumber Sandang.

Kendati ditemukan saluran air yang menghubungkan saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik pabrik dan selokan di trotoar, namun pihaknya tidak bisa langsung memastikan jika air yang disalurkan ke selokan tersebut masuk dalam kategori limbah beracun.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

"Air paling banyak dibuang melalui saluran di depan pabrik pewarnaan jeans ini, tapi belum tentu mengandung racun," tuturnya.

Umar menegaskan, diperlukan uji laboratorium mendalam untuk memastikan kandungan air yang dibuang oleh pabrik pewarnaan jeans tersebut ke selokan pembuangan.

Pihaknya melakukan pengambilan contoh air yang dibuang ke selokan dan contoh air yang dihasilkan dari IPAL pembuangan. Ia memperkirakan hasil dari pengujian lab tersebut kemungkinan akan bisa diketahui 2 minggu dari sekarang.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

“Kita akan ujikan lab dulu kandungan air yang dibuang ke selokan, untuk mengetahui parameter apa saja yang ada di dalamnya” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan tim liputan, air hasil dari pengolahan IPAL yang dibuang ke selokan oleh pabrik pewarnaan celana jeans tersebut memang tidak nampak keruh dan cenderung berwarna bening. Namun masih nampak serat serat tinta atau kain yang belum terurai sempurna.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.