Senin, 08 Jun 2026 04:45 WIB

Rakyat Menggugat DPR, Krisis Kepercayaan Memuncak

Aksi demonstrasi berujung ricuh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/8/2025). (Foto: Iffan Maulana for JatimNow.com)
Aksi demonstrasi berujung ricuh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/8/2025). (Foto: Iffan Maulana for JatimNow.com)

jatimnow.com – Aksi demonstrasi yang meluas pasca-28 Agustus 2025, menjadi bukti nyata perlawanan rakyat terhadap pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Gelombang protes ini dipicu oleh berbagai isu krusial yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Aksi yang berlangsung sejak 29 Agustus 2025, di berbagai daerah menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap sistem negara yang dianggap tidak adil.

Massa aksi menargetkan gedung DPR dan simbol-simbol negara hingga pos Polisi dibakar sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang mereka rasakan.

SA Saputro dari Gerakan Parlemen Jalanan menegaskan bahwa, rakyat hari ini mengalami krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan dan pemerintah yang anti-rakyat.

Menurutnya, perjuangan ini bermula dari penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat, seperti kenaikan pajak, nasionalisasi aset koruptor, perampasan tanah rakyat, undang-undang perburuhan yang kontroversial, serta masalah pendidikan dan kesehatan yang mahal.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Diskriminasi terhadap minoritas dan kaum penghayat kepercayaan juga menjadi sorotan utama.

"Keputusan dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat akan menghadapi gelombang perlawanan di seluruh daerah. Kami sepakat dengan gerakan parlemen jalanan yang mengambil alih posisi kegelapan di gedung DPR dan istana, agar mereka sadar dan kembali bersinar," tegas aktivis yang disapa Pokemon itu.

Untuk itu, Gerakan Parlemen Jalanan menuntut, seret dan adili aparat yang melakukan kekerasan dan pembunuhan terhadap pejuang ojek online dan rakyat kelas pekerja lainnya.

Copot, pecat, dan adili anggota DPR serta pejabat negara yang mengeluarkan pernyataan yang merugikan rakyat. Mereka juga menuntut pembubaran DPR atau melakukan revolusi.

Aksi ini menunjukkan bahwa kekecewaan rakyat telah mencapai puncaknya. Tuntutan untuk kembali ke Undang-Undang Dasar 1945, di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, semakin menguat.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Sebagaimana diketahui, demo ricuh terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Demo Surabaya di Grahadi juga berakhir bentrok dengan aparat. Pos Polisi dibakar oleh massa yang meluapkan amarahnya.

Demo Surabaya juga berlanjut pada Sabtu (30/8) di Polrestabes Surabaya yang berujung ricuh. Aksi ini ditengarai kekecewaan dan luapan emosi pasca wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dilindas mobil rantis Brimob dalam demonstrasi di Jakarta.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.