Kamis, 23 Jul 2026 08:07 WIB

Larangan Roblox, Apa Kata Psikolog? Ini Dampaknya pada Anak

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 24 Agu 2025 14:53 WIB
Seorang anak bermain Roblox. (Foto: Ilustrasi/superai)
Seorang anak bermain Roblox. (Foto: Ilustrasi/superai)

jatimnow.com - Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melarang permainan Roblox yang mengandung unsur kekerasan menuai beragam reaksi di masyarakat.

Menanggapi hal ini, dua psikolog dari Sekolah Cikal Lebak Bulus, Rut Eli Hadadsha, Psikolog Klinis dan Konselor SD Cikal Lebak Bulus dan Rahma Dianti, Psikolog dan Konselor SMP Cikal Lebak Bulus, memberikan pandangan mereka terkait dampak larangan ini terhadap anak-anak.

Baca Juga: Soroti Kebijakan Wajib Bahasa Inggris di Kelas, Sosiolog: Bisa Picu Ketimpangan

Kedua psikolog sepakat bahwa larangan Roblox merupakan upaya untuk melindungi anak-anak dari konten permainan yang tidak sesuai dengan fase tumbuh kembang mereka. Namun, mereka juga menekankan pentingnya pengawasan dan edukasi dari orang tua serta lingkungan sekitar.

Rut Eli Hadadsha menjelaskan bahwa Roblox bukanlah sekadar sebuah game, melainkan platform yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan memainkan berbagai game buatan komunitas.

"Roblox itu platform, bukan satu game tunggal. Karena user bisa membuat game sendiri, ada potensi konten kekerasan atau konten yang kurang sesuai. Di sinilah pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan mengontrol konten yang diakses anak," ujarnya.

Senada dengan Rut, Rahma Dianti menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap paparan Roblox pada anak-anak sangat beralasan. Pasalnya, Roblox memiliki beragam konten yang berisiko membahayakan anak, seperti kekerasan, konten dewasa, penyalahgunaan privasi, dan interaksi dengan orang asing.

"Roblox mewadahi konten buatan pengguna (user-generated), sehingga tidak semua konten itu sesuai. Bahkan, ada yang bisa berdampak negatif, terutama yang berkaitan dengan kekerasan, konten dewasa, atau interaksi dengan orang yang tidak dikenal," tutur Rahma.

Baca Juga: Rencana Penghapusan Guru Honorer, Pakar: Awas Ketimpangan Pendidikan Makin Lebar

Psikolog Rut berpendapat bahwa larangan Roblox Kemendikdasmen merupakan langkah awal yang baik untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai usia.

"Larangan ini bisa menjadi langkah awal untuk melindungi anak dari konten yang tidak sesuai. Tapi, efektivitasnya perlu dipertanyakan, karena paparan kekerasan tidak hanya dari Roblox," ucapnya.

Rahma Dianti juga mendukung pandangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa meskipun Roblox memiliki fitur parental control dan privacy setting, fitur-fitur tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan potensi risiko yang mungkin dihadapi anak-anak.

"Fitur parental control dan privacy setting memang bisa membantu menyaring konten dan membatasi interaksi dengan orang asing. Tapi, fitur ini tidak menjamin anak-anak akan sepenuhnya aman saat bermain Roblox," imbuhnya.

Baca Juga: Cara SD Cikal Kemang Kenalkan Agama ke Anak Lewat Mainan Balok

Kedua psikolog menegaskan bahwa larangan Roblox hanyalah salah satu bagian dari upaya melindungi anak-anak dari dampak negatif teknologi. Peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting dalam memberikan edukasi, pengawasan, dan pendampingan yang tepat.

"Larangan ini bukan berarti kita harus menjauhi teknologi sepenuhnya. Tapi, kita harus bijak dalam menggunakan teknologi dan memastikan anak-anak mendapatkan edukasi yang benar tentang risiko dan manfaatnya," pungkas Rut.

Dengan adanya larangan Roblox, diharapkan orang tua dan pihak terkait semakin meningkatkan kesadaran dan upaya perlindungan terhadap anak-anak dari konten negatif di dunia digital.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.