Rabu, 24 Jun 2026 01:54 WIB

Nayaka SD Cikal Serpong Raih Dua Medali Emas di Kompetisi Tari 2025

Anak usia 9 tahun ini menaklukkan panggung Nusantara Dance Festival dan International Youth Performing Arts Championship berkat kecintaannya pada K‑Pop. Foto/Dok Cikal
Anak usia 9 tahun ini menaklukkan panggung Nusantara Dance Festival dan International Youth Performing Arts Championship berkat kecintaannya pada K‑Pop. Foto/Dok Cikal

jatimnow.com - Di tengah gegap‑gempita sorotan sekolah Cikal Serpong, Nayaka, murid kelas 3 SD yang gemar menari alunan K‑Pop, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang dua medali emas pada kompetisi tari internasional tahun 2025.

Keberhasilan ini didapatkan melalui dua ajang bergengsi, Nusantara Dance Festival 2025 yang melibatkan penari dari Indonesia dan Singapura, serta International Youth Performing Arts Championship 2025, sebuah turnamen yang menampilkan peserta dari lebih tiga negara, termasuk Tiongkok, Malaysia, dan Singapura.

“Awalnya aku suka dengan K‑Pop, lalu aku mencoba mengikuti kelas K‑Pop dance. Dari situ aku tekun dan suka menari,” ujar Nayaka.

“Alasan aku suka menari adalah aku suka bergerak mengikuti irama musik. Selain menari, aku juga suka mencoba membuat koreografi sendiri,” sambungnya.

Nayaka mengakui bahwa ketegangan sebelum naik panggung sempat mengganggu konsentrasinya. Namun, ia menemukan cara menenangkan diri melalui doa dan fokus pada setiap gerakan.

“Sebelum tampil, aku suka merasa sedikit takut. Tapi setelah naik panggung, aku merasa bisa enjoy the stage and performance,” katanya sambil tersenyum.

Di ajang Youth Performing Arts Championship 2025, Nayaka mewakili Indonesia bersama tim tari Cikal Serpong. Penilaian juri yang menilai kreativitas, teknis, dan ekspresi membuat tim mereka meraih Gold Medal.

Tak hanya itu, dalam Nusantara Dance Festival 2025, mereka kembali menjuarai kompetisi dengan medali emas yang lain, menegaskan keunggulan bakat tari Indonesia di kancah regional.

Sekolah Cikal Serpong memberikan dukungan penuh lewat berbagai platform tampil, mulai dari Cikal Arts Day (CAD), konser Performing Arts, hingga Playground of Cikal.  Ayura, guru tari di sekolah tersebut, menjadi mentor utama Nayaka.

“Sekolah Cikal memberikan dukungan yang baik dengan memberikan kesempatan untukku tampil di berbagai acara sekolah… sehingga aku terus merasa nyaman untuk tampil di panggung,” ungkap Nayaka.

“Suatu hari nanti, aku juga ingin mengajar dance seperti Ibu Ayura,” tambahnya dengan penuh harapan.

Kemenangannya bukan sekadar trofi, melainkan motivasi bagi Nayaka untuk terus mengasah keterampilan dan menginspirasi teman‑temannya.

Ia juga menegaskan nilai 5‑Bintang Cikal yang menumbuhkan pribadi Emotionally, Morally, Spiritually Rich, menjadikan tarian bukan hanya hiburan, melainkan wujud ekspresi diri yang penuh makna.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.