Sabtu, 06 Jun 2026 19:10 WIB

Pensiunan Guru SD di Blitar Nekat Cetak dan Edarkan Uang Palsu

  • Penulis :
  • | Jumat, 01 Agu 2025 09:34 WIB
Foto: Pelaku saat diamankan pedagang di pasar (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Pelaku saat diamankan pedagang di pasar (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com,- Seorang lansia diamankan pedagang di pasar Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar usai terpergok berbelanja menggunakan uang palsu. Tersangka diketahui berinisial JH (64) warga Desa Jatilengger, yang merupakan pensiunan guru SD. Dari hasil pemeriksaan tersangka mencetak sendiri uang palsu menggunakan printer di rumahnya. Aksi ini dilakukan setelah tersangka mengaku tertipu uang gaib, setelah menyerahkan mahar Rp35 juta.

Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar mengatakan tersangka diamankan oleh pedagang kemarin pagi. Saat itu tersangka ditangkap setelah kedapatan membelanjakan uang kertas palsu pecahan Rp20 ribu untuk membeli sayur kecambah dari seorang pedagang. Berdasarkan hasil penggeledahan petugas menemukan uang palsu senilai Rp270 ribu dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp 50 ribu.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

“Pelaku mencetak sendiri uang palsu dengan menggunakan seperangkat komputer dan printer yang ada di rumahnya,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Tersangka membelanjakan uang palsu yang dicetak sendiri untuk mendapatkan kembalian uang asli. Ide membuat uang palsu ini berawal usai tersangka menjadi korban penipuan dengan modus uang gaib. Saat itu korban dijanjikan seseorang mendapatkan uang setelah menyerahkan mahar. Namun usai menyerahkan mahar hingga Rp35 juta, ternyata uang yang dijanjikan tidak didapatnya.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

“Sebelumnya tersangka sempat tertipu akan mendapatkan uang gaib dengan menyetorkan uang mahar sebesar Rp35 juta, tapi setelah uang disetor, uang gaib yang dijanjikan tidak dia dapat,” tuturnya.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah, petugas menemukan keberadaan seperangkat komputer dan printer serta alat pemotong kertas. Barang bukti lainnya berupa satu unit telepon pintar serta beberapa lembar uang kertas jenis manila warna merah muda dan putih. Menurut Samsul, JH membuat sendiri uang palsu dengan cara yang cukup sederhana, yakni diawali dengan memotret uang asli pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu menggunakan telepon pintarnya. Setelah itu foto dipindah ke komputer dan dilakukan proses editing lalu dicetak.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

“Pengakuan pelaku, dia terdesak kebutuhan ekonomi sehingga mendapatkan ide untuk mencetak sendiri uang palsu,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.