Minggu, 07 Jun 2026 11:15 WIB

Industri Vape Terjepit, Cukai Jadi Masalah

Sekjen PPEI Fajar Dewantara, Prof. Ahmad Yunani, dan Wakil Ketua Umum PPEI Agung Subroto, dalam diskusi publik bertajuk “Tarif Cukai dan Dampaknya terhadap Industri Vape Dalam Negeri,” pada Jumat (25/7/2025) di Bali. (Foto: PPEI for JatimNow.com)
Sekjen PPEI Fajar Dewantara, Prof. Ahmad Yunani, dan Wakil Ketua Umum PPEI Agung Subroto, dalam diskusi publik bertajuk “Tarif Cukai dan Dampaknya terhadap Industri Vape Dalam Negeri,” pada Jumat (25/7/2025) di Bali. (Foto: PPEI for JatimNow.com)

jatimnow.com - Perkumpulan Produsen E-Liquid Indonesia (PPEI) menyuarakan keprihatinan serius terkait struktur tarif cukai rokok elektrik di Indonesia.

Dalam diskusi publik bertajuk “Tarif Cukai dan Dampaknya terhadap Industri Vape Dalam Negeri,” pada Jumat (25/7/2025) di Bali, PPEI mengungkapkan ketimpangan yang dinilai menghambat pertumbuhan industri, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Juga: Workshop Crochet Kirby di Surabaya Dorong UMKM Handmade Lokal

Prof. Ahmad Yunani, pakar ekonomi yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut, memaparkan hasil kajiannya yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam kebijakan fiskal antara rokok elektrik sistem terbuka (open system) dan sistem tertutup (closed system).

"Tarif cukai untuk sistem terbuka naik hingga 19,5 persen per mililiter, sementara sistem tertutup hanya naik sekitar 6 persen," jelas Prof. Yunani.

"Ketimpangan ini menciptakan beban yang tidak proporsional dan tidak adil bagi pelaku usaha kecil yang sebagian besar beroperasi di segmen open system," lanjutnya.

Dampaknya sudah terasa. Data internal PPEI menunjukkan penurunan drastis jumlah produsen e-liquid aktif di Indonesia, dari sekitar 300 menjadi hanya 170 dalam beberapa tahun terakhir.

Beban tarif yang tinggi membuat banyak pelaku usaha kecil tidak mampu bertahan, menyebabkan penutupan usaha dan pengurangan lapangan kerja.

Ketua Umum PPEI, Daniel Boy Purwanto, menambahkan bahwa masalah ini tidak hanya menyangkut sisi fiskal.

Baca Juga: UMKM Jatim Unjuk Gigi di Batik Bordir Fair 2026

"PPEI juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis sains dalam menyusun kebijakan publik," tegas Purwanto.

Hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kandungan zat berbahaya dalam rokok elektrik jauh lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

"Meskipun bukan produk bebas risiko, kandungan toksiknya secara umum jauh lebih rendah," lanjut Purwanto.

Ia bilang, rokok elektrik dapat diposisikan sebagai alternatif yang lebih rendah risiko bagi perokok dewasa, asalkan diatur secara ketat dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Foto: Turis Asing Jatuh Hati pada Gerabah Lombok

PPEI mendesak pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Badan Kebijakan Fiskal (BKF), untuk segera mengevaluasi ulang struktur tarif cukai rokok elektrik.

"Hasil diskusi dan kajian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menyusun regulasi fiskal yang lebih adil, inklusif, dan mendukung pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan," tutup Purwanto.

PPEI menegaskan bahwa industri vape Indonesia bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan banyak mata rantai, mulai dari produksi hingga ritel.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.