Selasa, 28 Jul 2026 00:35 WIB

Program Japri Keluarga Ajak Anak-Orang Tua Bersama Mitigasi Perubahan Iklim

  • Penulis :
  • | Jumat, 18 Jul 2025 15:08 WIB
Aksi merawat pohon ini menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Foto: Dokumentasi Ecoton
Aksi merawat pohon ini menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Foto: Dokumentasi Ecoton

jatimnow.com - ECOTON bersama UPT SDN 192 Gresik secara resmi meluncurkan program Japri Keluarga (Jaga Pohon Rawat Indonesia) sebagai langkah strategis memperkuat peran aktif anak dan orang tua dalam mitigasi perubahan iklim.

Peluncuran program ini bertepatan dengan penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang dirayakan dengan pameran Adiwiyata bertema pendidikan lingkungan hidup.

Baca Juga: MPLS Berbeda, Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan Teliti Mikroplastik di Sekolah

Dalam pameran tersebut, para siswa memperlihatkan berbagai kegiatan nyata yang sudah dilakukan, seperti edukasi bahaya mikroplastik, pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, serta aksi merawat pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Tonis Afrianto, Koordinator Program JAPRI Keluarga, menjelaskan bahwa program JAPRI Keluarga bertujuan mendorong keterlibatan aktif keluarga, khususnya anak dan orang tua, untuk merawat pohon sebagai aksi nyata menghadapi perubahan iklim.

"Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, siswa diajak tidak hanya menanam pohon, tetapi juga memahami pertumbuhan dan perkembangan tanaman sekaligus menjaga dari ancaman ekologis seperti pencemaran plastik yang dapat merusak ekosistem pohon dan tanah,” terangnya, Jumat (18/7/2025).

Sementara itu, Kepala Sekolah UPT SDN 192 Gresik, Wiwik Dwi Astutik, menegaskan pentingnya program ini untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap lingkungan.

Baca Juga: Pabrik Sepeda di Semarang Gunakan Gas Bumi PGN, Produksi Kian Efisien

“Program JAPRI bisa menumbuh kembangkan siswa siswi untuk selalu mencintai lingkungan hidup dan menjaga kelestarian kehidupan di masa depan,” ujarnya.

Para siswa pun menyambut antusias peluncuran program ini. Elza Aurelia Stefanny, siswi kelas 4B, mengakui bahwa kegiatan ini sangat seru, ada pengalaman baru untuk bisa terlibat merawat pohon di lingkungan sekolah dan keluarga.

Hal senada disampaikan oleh Elsandra Naura Fidella dari kelas yang sama. “Semoga pohonnya bisa tumbuh besar dan sehat. Nanti buahnya bisa dimanfaatkan. Saya tidak ingin semakin banyaknya sampah plastik merusak dan menjerat pohon,” kata dia.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

Dengan adanya Program Japri Keluarga, ECOTON berharap bahwa pendekatan lingkungan hidup bukan hanya menjadi aktivitas sekolah semata, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari anak-anak dan keluarga di rumah.

Kolaborasi sekolah dan keluarga ini diharapkan menjadi kunci terwujudnya masyarakat yang sadar iklim dan ramah lingkungan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.