Rabu, 22 Jul 2026 04:04 WIB

Simpang Empat Argopuro Jember Ditutup Selama Satu Bulan

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 05 Jul 2025 08:45 WIB
Foto : Penutupan simpang empat argopuro (Sugianto/jatimnow.com)
Foto : Penutupan simpang empat argopuro (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com- Dinas Perhubungan Kabupaten Jember menutup simpang empat Argopuro selama satu bulan. Penutupan ini dilakukan untuk dilakukan kajian. Mereka akan mengkaji apakah penutupan ini dilakukan sementara atau selamanya.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono mengatakan penutupan ini telah melalui proses kajian. Pihak Dinas Perhubungan, Komisi C DPRD Jember, akademisi, kepolisian, PU Bina Marga, Kementerian serta lainnya akhirnya sepakat melakukan penutupan.

Baca Juga: Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

"Dari hasil rapat, diputuskan dilaksanakan penutupan yang awalnya simpang empat argopuro bersinyal, menjadi simpang tiga tak bersinyal," ujarnya, Jumat (4/7/2025).

Ujicoba penutupan ini berlaku selama satu bulan. Nantinya setiap minggu akan di evaluasi secara berskala.

"Setelah uji coba, nanti kita lihat hasilnya. Kalau ini lebih efektif dan membuat kelancaran lalu lintas serta keselamatan, akan kita tetapkan," ungkapnya.

Jalur putar balik kendaraan nantinya juga akan dievaluasi kembali. Saat ini dari arah timur bisa melakukan putar balik di depan OJK. Sedangkan dari arah barat putar balik bisa dilakukan di depan Rumah Sakit Kaliwates.

Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat

"Ada beberapa petugas yang disiagakan, mulai putar balik Maradona di Kaliwates dan depan OJK," sebutnya.

Sedangkan, Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan, penutupan simpang empat ini telah melalui proses kajian dan koordinasi dengan semua pihak, termasuk kementerian perhubungan, karena jalan nasional.

"Tentu ini menjadi langkah yang baik oleh dishub sebagai eksekutor, yang sudah berkoordinasi dengan kepolisian, akademisi, dan termasuk kementerian, kita koordinasi semua," lanjutnya.

Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya

Menurut Ardi, sesuai keluhan masyarakat di waktu pagi dan sore biasanya jam padat dan pasti terjadi penumpukan kendaraan. Biasanya, kendaraan dari arah barat dan timur, sedangkan dari arah Perumahan Argopuro dan Jalan Imam Bonjol sedikit.

"Kalau ujicoba berjalan lancar, nanti kita patenkan. Nanti juga kita pertimbangkan antara manfaat dan mudharatnya bagaimana. Yang jelas banyak surat masuk ke kami DPRD, maupun ke dishub, karena ini keluhan masyarakat," jelasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.