Sabtu, 06 Jun 2026 10:30 WIB

PGN Salurkan Gas ke BMI Lamongan, Biaya Produksi Mulai Turun

PGN resmi menyalurkan gas bumi ke PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan. (Foto: PGN/jatimnow.com)
PGN resmi menyalurkan gas bumi ke PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan. (Foto: PGN/jatimnow.com)

jatimnow.com - Awal 2026 membawa perubahan nyata bagi industri di Lamongan. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) resmi menyalurkan gas bumi ke PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan, membuka jalan bagi operasional pabrik yang lebih efisien dan stabil.

Gas pertama mengalir pada 1 Januari 2026, menandai babak baru pemanfaatan energi bersih di kawasan industri pesisir utara Jawa Timur.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Pada tahap awal, BMI Lamongan menggunakan sekitar 15.000 meter kubik gas bumi per bulan. Angka ini bukan batas akhir.

Seiring penyesuaian proses produksi dan peningkatan kapasitas, konsumsi ditargetkan tumbuh bertahap hingga 80.000 meter kubik per bulan.

Bagi industri pengolahan, pasokan energi yang konsisten berarti waktu henti produksi bisa ditekan dan biaya operasional lebih terkendali.

Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, menyebut penyaluran gas ini sebagai jawaban atas kebutuhan industri akan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga: PGN Siapkan Jalur Transportasi CO₂ untuk Proyek CCS Nasional

“Gas bumi memberi kepastian pasokan bagi industri. Efisiensi operasional meningkat dan arah transisi energi nasional bisa dijalankan dari level pabrik,” kata Faishal.

Manfaat tersebut langsung dirasakan oleh pihak BMI Lamongan. Manajemen perusahaan menilai gas bumi membantu menjaga kestabilan proses produksi sekaligus menekan konsumsi energi.

Bagi Lamongan, kerja sama ini lebih dari sekadar urusan teknis energi. Masuknya gas bumi ke sektor industri memperkuat daya saing daerah, membuka peluang ekspansi usaha, dan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.

Baca Juga: Omzet Harian Tembus Rp 4 Juta, KDMP di Lamongan Disambut Positif Masyarakat

Industri yang efisien berpotensi menyerap tenaga kerja lebih banyak dan menggerakkan ekonomi lokal.

PGN berharap langkah di BMI Lamongan menjadi pemicu bagi industri lain untuk beralih ke energi yang lebih bersih.

Dari pipa gas yang mulai mengalir hari ini, harapan tumbuh. Industri nasional yang lebih tangguh, biaya produksi yang rasional, dan ekonomi daerah yang bergerak lebih cepat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.