Sabtu, 06 Jun 2026 22:52 WIB

Emak-Emak di Sidoarjo Diduga jadi Korban Arisan Bodong, Uang Ratusan Juta Raib

Dimas Yemahura Al Farauq bersama para korban arisan bodong dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Dimas Yemahura Al Farauq bersama para korban arisan bodong dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Belasan emak-emak di Sidoarjo diduga jadi korban arisan bodong dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Para korban kini melaporkan kasus tersebut ke Polresta Sidoarjo setelah upaya somasi terhadap pelaku tidak membuahkan hasil.

Kuasa hukum para korban, Dimas Yemahura Al Farauq mengatakan bahwa kerugian yang dilaporkan di Sidoarjo saja mencapai Rp800 juta. Kasus ini disebut berlangsung sejak 2023 hingga 2025.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Yang kami laporkan sekitar Rp800 juta, ini terjadi dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Kami sudah lakukan somasi terhadap yang bersangkutan, tapi tidak ada itikad baik untuk mengembalikan hak-hak para korban," ucap Dimas saat di hadapan awak media di Sidoarjo, Kamis (17/4/2025).

Ia menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah dengan menawarkan arisan dan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun ternyata sistem tersebut fiktif dan melibatkan member-member palsu yang direkayasa pengelola arisan.

"Pelakunya berinisial N, diduga istri dari seorang perwira aktif di TNI AD. Yang bersangkutan sempat menggunakan kedekatan dengan lingkaran militer," jelasnya.

Ia juga menyampaikan dari informasi yang diperoleh, suaminya yaitu N saat ini sedang dalam proses pemeriksaan internal. Sementara N sudah dilaporkan melalui jalur hukum oleh para korban.

Salah satu korban, R (47), warga Sidoarjo, mengaku mengalami kerugian hingga Rp600 juta.

"Sampai sekarang belum ada kejelasan. Janji-janji pengembalian uang tidak pernah ditepati," ungkapnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Korban lainnya, Niken (41), juga warga Sidoarjo, mengatakan dirinya menyetorkan dana arisan sebesar Rp261 juta. Ia dijanjikan akan menerima pengembalian sebesar Rp289 juta dalam waktu sebulan.

"Sudah lewat dari waktu yang dijanjikan, tapi uang tidak kunjung dikembalikan. Tidak ada kejelasan sama sekali," ujarnya.

Sementara itu, Rinjani (30) yang juga berasal dari Sidoarjo, menyebut dirinya mengalami kerugian Rp367 juta sejak 2022. Ia sempat dijanjikan mendapat arisan sebesar Rp500 juta, namun uang tersebut tidak pernah ditransfer ke rekeningnya.

"Kata pengelola, uang saya masih diputar untuk modal, tapi hingga sekarang tidak dikembalikan. Saya cuma berharap uang saya bisa kembali utuh," ujar Rinjani.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Dimas menambahkan bahwa kasus ini tidak hanya terjadi di Sidoarjo. Total korban di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai 102 orang dengan nilai kerugian mencapai Rp13 miliar.

"Para korban hanya ingin haknya dikembalikan. Proses hukum harus tetap berjalan, dan pelaku harus bertanggung jawab," tegasnya.

Polresta Sidoarjo hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan para korban.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.