Sabtu, 06 Jun 2026 21:29 WIB

Balon Udara Bawa Petasan Jatuh di Pacitan, Polisi Selidiki Asal Usulnya

Polisi saat menyelidiki jatuhnya balon udara di Pacitan. (Foto:
Polisi saat menyelidiki jatuhnya balon udara di Pacitan. (Foto:

 

jatimnow.com – Sebuah balon udara tanpa awak yang masih menyala dan membawa petasan jatuh di pekarangan rumah kosong di Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Selasa (8/4/2025).

Baca Juga: Warga Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Bocah Terluka

Peristiwa ini sempat terekam warga dan viral di media sosial karena membahayakan keselamatan masyarakat.

Kapolsek Kebonagung, Iptu Haming Agus Purnama, mengakui adanya insiden jatuhnya balon udara berisi petasan ini. Namun ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Balon udara jatuh di area rumah yang sudah lama tidak dihuni. Saat ini kami masih menyelidiki darimana asal balon tersebut,” ujar Iptu Haming.

Penemuan balon tersebut bermula ketika 2 warga, Fedo dan Aji, sedang berburu di area semak-semak dan melihat benda mencurigakan tersangkut di ranting pohon. Setelah didekati, mereka menyadari bahwa benda itu adalah balon udara yang masih membawa petasan aktif.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Keduanya kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian. Petugas Polsek Kebonagung langsung turun ke lokasi dan mengamankan balon udara tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam video yang beredar di media sosial, warga menyebutkan bahwa balon itu kemungkinan berasal dari luar daerah, seperti Ponorogo atau Tulungagung. Namun hingga kini, polisi belum dapat memastikan sumber pastinya.

“Jika dilihat dari ciri-ciri dan tradisinya, kemungkinan besar balon ini diterbangkan dari luar Pacitan. Tapi kami belum bisa menyimpulkan,” tegas Iptu Haming.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara, apalagi yang disertai dengan bahan peledak seperti petasan. Praktik ini dinilai lebih banyak menimbulkan dampak negatif dan berisiko tinggi terhadap keselamatan umum.

“Jangan coba-coba menerbangkan balon udara, terutama yang membawa petasan. Di daerah lain sudah ada kejadian atap rumah terbakar karena hal ini,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.