Kamis, 23 Jul 2026 05:53 WIB

Prediksi Bill Gates: Seminggu Cukup Kerja 2 Hari Berkat AI

  • Penulis :
  • | Kamis, 03 Apr 2025 13:57 WIB
ilustrasi. (Foto: Pixabay)
ilustrasi. (Foto: Pixabay)

jatimnow.com - Bill Gates, miliarder teknologi dan pendiri Microsoft, memprediksi seseorang hanya perlu bekerja 2 hari dalam semninggu berkat bantuan Artificial intelligence (AI).

Peran signifikan kecerdasan buatan ini dibicarakan Bill Gates saat hadir di acara The Tonight Show dengan Jimmy Fallon.

Baca Juga: Indonesia Energy Week Resmi Digelar di Surabaya hingga 18 Juli

Dilansir laman Kotak Game, Selasa (1/4/2025), Bill Gates menjelaskan bahwa, berdasarkan pengalamannya di dunia teknologi, perkembangan AI akan memudahkan berbagai profesi, seperti dokter dan guru. Dengan AI, saran medis dan bimbingan belajar bisa diakses secara gratis dan lebih luas.

Hal ini, menurut Bill Gates, akan mengatasi masalah kekurangan tenaga profesional di bidang tersebut. Namun, pandangannya ini menuai kritik. Banyak yang berpendapat bahwa profesi tersebut memerlukan lebih banyak dukungan struktural dan bukan sekadar teknologi.

Selain itu, meski AI telah menunjukkan kemajuan di bidang kesehatan, seperti prediksi penyakit, ia juga membawa masalah baru. Beberapa teknologi AI justru memperburuk ketidaksetaraan, seperti bias dalam diagnosa medis untuk wanita dan orang kulit berwarna.

Bill Gates juga membahas kemungkinan bahwa AI akan mengubah cara kita bekerja, dengan minggu kerja yang lebih pendek, misalnya dua atau tiga hari seminggu. Ini sejalan dengan tren yang semakin banyak diujicobakan di perusahaan-perusahaan, seperti program minggu kerja empat hari di Inggris yang menunjukkan hasil positif.

Baca Juga: AI Makin Dibutuhkan, ISTTS Gandeng LPK CKW Gelar Workshop di Malang

Namun, kritikan utama terhadap prediksi Bill Gates adalah bahwa AI saat ini belum membuktikan diri sebagai alat yang mempermudah beban kerja sehari-hari. AI memang canggih, tetapi belum cukup efektif dalam menggantikan pekerjaan manusia di banyak bidang.

Selain itu, penggunaan AI yang luas juga memunculkan kekhawatiran tentang dampak lingkungan, seperti penggunaan air berlebihan dan jejak karbon dari pengembangan teknologi ini.

Bill Gates menyebutkan bahwa Microsoft belum berhasil mencapai tujuan iklim mereka dalam mengejar kemajuan AI.

Baca Juga: PGN Raih Penghargaan GCG 2026, Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi AI

Seperti halnya prediksi masa depan lainnya, apakah AI akan membawa perubahan positif atau justru menciptakan tantangan baru? 

Prediksimu piye, Lur?

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.