Rabu, 22 Jul 2026 15:27 WIB

DPRD Lamongan Tanggapi Gelombang Demo Mahasiswa : Kami Sepakat

Demo mahasiswa GMNI Lamongan di halaman Gedung Pemkab Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Demo mahasiswa GMNI Lamongan di halaman Gedung Pemkab Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gelombang demo mahasiswa terus mengalir di Lamongan. Setelah PMII, Bem Joko Tingkir, kini giliran GMNI Lamongan yang menyuarakan aspirasi mereka.

Ratusan mahasiswa memulai demo di halaman depan Pemkab Lamongan, usai menyampaikan tuntutan, aksi unjuk rasa bergeser ke DPRD Lamongan. 

Baca Juga: Tak Alami Efesiensi, Ini Besaran Banpol yang Diterima Parpol di Tulungagung

Dalam tuntutanya mahasiswa membawa 7 isu nasional yang didalamnya terdapat poin pencabutan Instruksi Presiden Tahun 2025 dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, 2 isu kedaerahan menyinggung perihal jejak kasus korupsi dan jalan rusak.

"Untuk isu daerah kami menuntut DPRD untuk membentuk panitia khusus untuk meinvestigasi dugaan korupsi di Lamongan kemudian meninjau tugas Pemkab Lamongan untuk segera merealisasikan jalan mulus di Lamongan," kata Sandi Cahyo Triono, Senin (24/2/2025).

Baca Juga: Pemuda dan Pelajar Lamongan Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan

Mahasiswa menuntut agar pemerintah pusat mencabut Inpres tahun 2025 yang berkaitan pada efisiensi anggaran. Adapun soal MBG, DPRD Lamongan diminta lebih proaktif melakukan meninjauan dan evaluasi.

"Kami meminta agar bisa dilakukan evaluasi pada pelaksanaan MBG agar tepat sasaran dan melibatkan masyarakat, bukan hanya dari kumpulan kapitalis saja yang menikmati," bebernya.

Baca Juga: Disfungsi JLU Lamongan Tuai Sorotan, Ketua DPRD Desak Realisasi Traffic Light

Sementara itu, Ketua DPRD Lamongan Muhammad Freddy menyebut bahwa pihaknya sepakat dengan apa yang disuarakan mahasiswa. Ia menilai bahwa kebijakan pemerintah pusat hari ini menjadikan pemerihtah daerah tidak memiliki ruang otonom yang bebas.

"Semua bebas menyampaikan aspirasi, pada keseluruhan kami sepakat karena poin-poin yang disampaikan juga menjadi harapan kita sebenarnya ada pemangkasan anggaran dan regulasi yang sliwar-sliwer menjadi otonomi daerah terbeku," ujarnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.