Selasa, 23 Jun 2026 20:03 WIB

42 Emak jadi Korban Arisan Piauw, Mengadu ke Polres Trenggalek

Korban arisan yang melaporkan admin ke Polres Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Korban arisan yang melaporkan admin ke Polres Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah emak mendatangi Polres Trenggalek. Mereka mengadukan petugas admin arisan yang diduga kabur membawa uang para anggota arisan.

Arisan dengan sistem menurun atau Piauw ini sebenarnya sudah berjalan 5 tahun terakhir. Namun saat ini, petugas admin arisan berinisial WS, menghilang sementara banyak peserta yang belum mendapatkan uang. Total nilai kerugian para korban ditaksir mencapai Rp4 miliar.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Salah satu korban, Aning Triwahyuni mengatakan, kedatangannya ke Polres Trenggalek untuk melaporkan petugas admin arisan, WS, yang diduga menggelapkan uang anggota arisan.

WS mengadakan arisan dengan sistem menurun dan besaran setoran uang setiap anggota berbeda-beda.

"Arisan ini sudah berjalan lancar selama 5 tahun. Tapi akhir-akhir ini admin arisan hilang kontak dan banyak member yang belum mendapatkan uang arisan cair," ujarnya, Senin (17/02/2025).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Korban dugaan kasus penggelapan uang arisan tidak hanya satu orang. Namun ada 42 orang yang menjadi korban penggelapan admin arisan tersebut. Setiap pencairan masing-masing member mendapatkan nilai yang berbeda. Mulai dari Rp30 juta hingga Rp75 juta.

"Karena admin tidak hanya menjalankan satu grup arisan, tapi ada sekitar 64 grup arisan dengan member (anggota) yang berbeda," imbuhnya.

Selain itu, WS juga membuka investasi lelang. Di situ, admin memberikan iming-iming bunga yang tinggi kepada member.

"Misalnya modal Rp10 juta, member bisa mendapatkan tambahan dari bunga hingga Rp11,5 juta hingga Rp12 juta per bulan," terangnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro mengonfirmasi kedatangan sejumlah emak yang mengaku menjadi korban penggelapan uang arisan untuk melakukan aduan.

"Kasus ini statusnya masih aduan. Kami juga masih mendalami kasus ini," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.