Minggu, 14 Jun 2026 05:03 WIB

Trenggalek Siapkan 5900 Meter Persegi Lahan Relokasi Warga Terdampak Tanah Gerak

Tim badan geologi saat melakukan penelitian di lokasi bencana tanah gerak. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tim badan geologi saat melakukan penelitian di lokasi bencana tanah gerak. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Trenggalek menyiapkan tempat relokasi untuk ratusan warga trdampak bencana tanah gerak di Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh. Lokasi relokasi ini masih di desa yang sama. Namun relatif aman dari bencana tanah gerak.

Penentuan tempat relokasi ini sesuai dengan rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang telah melakukan penelitian dan pemetaan di lokasi bencana tanah gerak.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi mengatakan, total ada 199 warga yang terdampak bencana tanah gerak di Dusun Depok. Badan Geologi Kemen ESDM menilai kawasan tersebut sudah tidak aman untuk pemukiman warga.

"Potensi susulan tanah gerak masih tinggi, karena pergerakan tanah yang terus aktif. Sehingga warga harus direlokasi," ujarnya, Minggu (16/02/2025).

Pergerakan tanah tercatat mencapai lebar 250 meter dengan panjang 200 meter. Dalam peta zona kerentanan, Dusun Depok masuk dalam zona tingkat kerentanan sedang hingga tinggi.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Hal ini menunjukan potensi pergerakan tanah yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Terlebih ketika hujan dengan curah tinggi terjadi.
Pemkab Trenggalek telah menyiapkan lahan untuk menjadi tempat relokasi ratusan warga terdampak bencana tanah gerak. Tempat relokasi berada di Dusun Babatan, Desa Ngrandu sesuai rekomendasi dari Badan Geologi.

"Untuk luasan lahan relokasi mencapai 5.900 meter persegi. Adapun jaraknya dari kawasan tanah gerak mencapai 350 meter," paparnya.

Lahan yang menjadi tempat relokasi merupakan kawasan perkebunan milik Perhutani. Warga yang terdampak bencana dipastikan masih dapat bekerja seperti biasa.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo, Listrik Sempat Padam 1,5 Jam

Pihak Pemkab kini masih menunggu informasi dari Pemprov Jatim yang dikabarkan menganggarkan hunian sementara untuk warga terdampak bencana tanah gerak.

"Kami berharap warga bisa lebih merasa aman di tempat relokasi," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.