Minggu, 07 Jun 2026 17:36 WIB

PMK Terkendali, Pasar Hewan di Lamongan Kembali Dibuka

Pasar Hewan Tikung Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pasar Hewan Tikung Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sempat ditutup terimbas merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pasar Hewan Lamongan di Kecamatan Tikung kini kembali dibuka.

Hal itu disambut baik pelaku usaha di antaranya pedagang dan peternak sapi yang sempat kalang kabut hewan ternak banyak terjangkit penyakit yang bisa mengakibatkan kematian itu.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Sayangnya, di hari pertama dibukanya kembali pasar hewan ini, pada Minggu (16/2/2025), belum banyak diketahui para peternak sehingga baru 16 ekor sapi yang dijualbelikan.

“Untuk pembukaan hari pertama pasar hewan, seharusnya antusias warga cukup banyakm tapi kelihatannya ini masih kurang banyak. Jadi ini pedagang dari Mojokerto, kemudian dari Gresik dan jumlah sapinya sekitar 16 ekor,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamomgan, Shofiah Nurhayati, Minggu (16/2/2025)

Pertimbangan pembukaan pasar hewan tersebut merupakan hasil kajian lembaga terkait atas melandainya kasus PMK pada sepekan terakhir.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

“Dari jumlah 1.557 yang terjangkit, sejak 10 hari terakhir, tidak ada pertambahan dan dari kajian epidemiologi dinyatakan kasusnya melandai, karena tingkat kesembuhan sudah 65 persen. Tinggal sisa-sisanya masih dalam proses pengobatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Hewan Lamongan, Isrofil menjelaskan, masih lengangnya pasar hewan pada hari ini adalah dampak dari penyakit mulut dan kuku dalam sebulan terakhir.

“Kemungkinan dampak dari PMK kemarin. Jadi para pedagang sapi masih kekurangan stock untuk dijual di Pasar Hewan,” ujar Isrofil.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Sementara itu, salah satu pedagang yang datang ke pasar tersebut mengaku gembira atas kabar tersebut.

“Satu bulan lebih tutup. Senang telah dibuka, kalau ditutup ya susah. Sekarang bawa satu sapi dan sudah laku,” ujar Simpen.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.