Jumat, 24 Jul 2026 23:40 WIB

PMK Terkendali, Pasar Hewan di Lamongan Kembali Dibuka

Pasar Hewan Tikung Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pasar Hewan Tikung Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sempat ditutup terimbas merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pasar Hewan Lamongan di Kecamatan Tikung kini kembali dibuka.

Hal itu disambut baik pelaku usaha di antaranya pedagang dan peternak sapi yang sempat kalang kabut hewan ternak banyak terjangkit penyakit yang bisa mengakibatkan kematian itu.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

Sayangnya, di hari pertama dibukanya kembali pasar hewan ini, pada Minggu (16/2/2025), belum banyak diketahui para peternak sehingga baru 16 ekor sapi yang dijualbelikan.

“Untuk pembukaan hari pertama pasar hewan, seharusnya antusias warga cukup banyakm tapi kelihatannya ini masih kurang banyak. Jadi ini pedagang dari Mojokerto, kemudian dari Gresik dan jumlah sapinya sekitar 16 ekor,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamomgan, Shofiah Nurhayati, Minggu (16/2/2025)

Pertimbangan pembukaan pasar hewan tersebut merupakan hasil kajian lembaga terkait atas melandainya kasus PMK pada sepekan terakhir.

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

“Dari jumlah 1.557 yang terjangkit, sejak 10 hari terakhir, tidak ada pertambahan dan dari kajian epidemiologi dinyatakan kasusnya melandai, karena tingkat kesembuhan sudah 65 persen. Tinggal sisa-sisanya masih dalam proses pengobatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Hewan Lamongan, Isrofil menjelaskan, masih lengangnya pasar hewan pada hari ini adalah dampak dari penyakit mulut dan kuku dalam sebulan terakhir.

“Kemungkinan dampak dari PMK kemarin. Jadi para pedagang sapi masih kekurangan stock untuk dijual di Pasar Hewan,” ujar Isrofil.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Sementara itu, salah satu pedagang yang datang ke pasar tersebut mengaku gembira atas kabar tersebut.

“Satu bulan lebih tutup. Senang telah dibuka, kalau ditutup ya susah. Sekarang bawa satu sapi dan sudah laku,” ujar Simpen.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.