Rabu, 22 Jul 2026 08:44 WIB

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Beri Solusi Atasi Banjir dan Jalan Berlubang

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo dari Fraksi NasDem, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo dari Fraksi NasDem, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Permasalahan banjir setiap musim hujan yang diakibatkan oleh buruknya sistem drainase dan pengelolaan sampah yang belum optimal, masih terjadi di Sidoarjo.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo dari Fraksi NasDem, Muh. Zakaria Dimas Pratama, S.Kom mengatakan, permasalahan ini harus ditangani dengan kebijakan yang lebih sistematis, termasuk peningkatan anggaran untuk infrastruktur dan pengelolaan sampah.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah minimnya kesadaran masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai.

"Anggaran pengelolaan sampah di Sidoarjo saat ini hanya 0,44 persen dari APBD, sementara timbunan sampah pada 2023 mencapai 313 ribu ton, di mana 36 persen di antaranya tidak terkelola dengan baik. Sampah yang menumpuk ini akhirnya menyumbat saluran air dan memperparah banjir saat musim hujan," ucapnya kepada jatimnow.com, Selasa (11/02/2025).

Ia melanjutkan, salah satu solusinya adalah dengan adanya pengadaan ekskavator di setiap kecamatan yang akan digunakan secara rutin untuk membersihkan sedimentasi dan sampah di sungai, bukan hanya saat musim hujan tiba.

Selain itu, ia juga mendorong pembentukan kader lingkungan di tingkat RT, yang bertugas mengawasi kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

Ia juga menyoroti budaya gotong royong yang masih bersifat insidental.

"Masyarakat sering kali baru bergerak ketika banjir sudah terjadi, bukan sebagai upaya pencegahan. Jika bisa, ini menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan (movement society), bukan hanya saat musim hujan atau ketika terjadi banjir," jelasnya.

Dimas mengungkapkan bahwa perlunya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin agar dampak banjir bisa diminimalkan.

Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Selain sampah, kondisi drainase yang tidak memadai juga menjadi faktor utama penyebab banjir di Sidoarjo. Ia mengkritisi banyaknya pengembang perumahan yang membangun saluran drainase di bawah standar, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.

Dimas menegaskan bahwa DPRD Sidoarjo akan memperketat pengawasan terhadap developer, agar sistem drainase yang dibangun benar-benar dapat mengalirkan air dengan baik dan mengurangi risiko banjir.

Banjir yang terjadi juga berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan. Baginya genangan air yang terus-menerus mempercepat kerusakan jalan beraspal, yang akhirnya berlubang dan membahayakan pengendara.

"Untuk mengatasi hal ini, saya mendorong program betonisasi jalan secara berkala agar lebih tahan lama terhadap genangan air," imbuhnya.

Baca Juga: Dorong Efisiensi Industri, Kawan Lama Solution Expo 2026 Hadir di Surabaya

Meskipun saat ini, satgas perbaikan jalan sudah berjalan, cakupan perbaikannya masih terbatas akibat keterbatasan tenaga kerja dan anggaran.

Selain itu, kurangnya tempat penampungan air sementara (bosem) di titik-titik rawan banjir. Ia meminta agar pada tahun 2025 dan 2026, pembangunan bosem lebih diperbanyak sebagai solusi untuk menyerap air hujan agar tidak langsung meluap ke permukiman warga.

Dengan berbagai langkah ini, Dimas berharap permasalahan banjir di Sidoarjo dapat dikurangi secara signifikan.

"DPRD Sidoarjo terus mendorong agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.