Jumat, 24 Jul 2026 01:55 WIB

Miras Mudah Didapat di Jember, Para Kiai Datangi Kantor PKB

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 30 Jan 2025 16:47 WIB
Sejumlah kiai bertemu pengurus DPC PKB Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Sejumlah kiai bertemu pengurus DPC PKB Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah kiai pengasuh pondok pesantren mendatangi kantor DPC PKB Jember. Mereka meminta peredaran dan penggunaan minuman keras (Miras) semakin diperketat.

"Kami melihat realitas yang terjadi di masyarakat. Dimana generasi kita sangat mudah mengakses Miras," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bidayah Kaliwates, Dr. KH. Abdul Haris, Kamis (30/1/2025).

Baca Juga: Tak Hanya Cetak Kader, PKB Jember Komitmen Hadir Ditengah Masyarakat

Maka dari itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember bersama sejumlah kiai melakukan roadshow ke beberapa partai politik, untuk turut serta melakukan pencegahan dan penindakan.

"Selalu saya mengatakan, seandainya yang kena itu orang lain atau anak orang lain, kita bisa tertawa dan macam-macam. Bagaimana seandainya yang terkena anak-anak kita atau orang terdekat kita," ungkap Abdul Haris.

"Inilah yang menjadikan kemudian kita bergerak ke semua lini. Karena miras tidak dimungkinkan untuk diberantas kelompok tertentu, harus melibatkan semua, para kiai, politisi, semua harus terlibat memberantas ini," sambungnya.

Dari Ketua DPC PKB Jember, ia telah mendapat dan mengetahui Peraturan Daerah (Perda) yang telah mengatur tentang Miras.

"Bila dikawal secara ketat, maka kemungkinan ada gerakan dan kemudahan itu sudah tidak memungkinkan lagi. Kita minta dukungan PKB, PKS, Gerindra dan partai lainnya," pintanya.

Para kiai juga akan melakukan audiensi dengan legislatif, eksekutif hingga TNI Polri untuk memberantas peredaran miras yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Ketua MUI: Program MBG Mulia, Kekurangan Harus Diperbaiki Bukan Dihentikan

"Ini tidak memungkinkan kita kawal sendiri, tapi semua komponen berdasarkan fungsi dan tupoksinya harus bergerak masing-masing," terangnya.

Karena menurutnya, ketika anak-anak atau masyarakat menggunakan Miras maka tentu tidak sadar dan memungkinkan melakukan kejahatan yang lebih besar.

"Yang awalnya anak itu pemalu, karena terkena miras bisa berubah menjadi pemberani," ujarnya.

Para kiai meminta menindak tegas para penjual Miras ilegal dan tanpa melihat pembelinya, meskipun anak-anak.

Baca Juga: Puluhan Ulama di Probolinggo Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

"Siapapun yang terlibat untuk dan harus ditegakkan sesuai dengan Perda. Siapa yang kemudian boleh dan itupun harus dilokalisir," pungkasnya.

Sedangkan Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi mengatakan, para kiai meminta dukungan kepada PKB dan semua partai pemilik kursi di DPRD.

"Beliau-beliau ini resah, terkait dengan peredaran minuman keras di Jember. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya sebatas dari alim ulama, para kiai dan tokoh masyarakat," bebernya.

"Kita tidak ingin para generasi bermasalah dengan permasalahan ini. Karena tindak pidana kejahatan bermula dengan kayak begitu (Miras), menurut penelitian dari berbagai disiplin ilmu," tambahnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.