Sabtu, 06 Jun 2026 18:14 WIB

Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Sidoarjo Mandikan Rupang jelang Imlek 2025

Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Krian Sidoarjo gelar tradisi sakral memandikan patung dewa-dewi (rupang) menjelang Tahun Baru Imlek 2576 menyambut Tahun Ular Kayu. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Krian Sidoarjo gelar tradisi sakral memandikan patung dewa-dewi (rupang) menjelang Tahun Baru Imlek 2576 menyambut Tahun Ular Kayu. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio di Krian Sidoarjo menggelar tradisi sakral memandikan patung dewa-dewi (rupang) menjelang Tahun Baru Imlek 2025.

Tradisi yang dilakukan dalam rangka menyambut Tahun Ular Kayu ini, sekaligus menjadi simbol pembersihan spiritual umat Tri Dharma.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Ketua Klenteng Teng Swie Bio, Lilian Anggraheni mengatakan, tradisi ini diawali dengan prosesi mengantar dewa-dewi ke surga melalui doa khusus.

"Kami mengantar dewa-dewi terlebih dahulu dan mendoakan agar perjalanan mereka dimudahkan. Setelah itu, rupang dimandikan sebagai simbol pembersihan, seperti manusia yang harus membersihkan dirinya," ucapnya kepada jatimnow.com, Minggu (26/1/2025).

Ia menjelaskan, prosesi memandikan rupang dilakukan dengan penuh kehormatan menggunakan air suci.

"Di klenteng ini ada 11 rupang, termasuk satu rupang tertua yang diwariskan oleh nenek moyang. Rupang tertua ini sudah termakan usia sehingga tidak lagi utuh, tetapi kami tetap merawatnya sebagai penghormatan kepada leluhur," terangnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Lilian melanjutkan, tradisi ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan patung dewa-dewi, tetapi juga untuk memperbarui kesucian tempat ibadah.

Area klenteng pun dibersihkan dan dihias dengan ornamen khas Imlek, seperti lampion merah, bunga, dan lilin, menciptakan suasana semarak dan penuh makna spiritual.

"Bagi umat, ritual memandikan rupang memiliki makna mendalam. Selain untuk menghormati para dewa-dewi, tradisi ini juga menjadi momen refleksi bagi mereka untuk menyucikan hati dan pikiran menyambut tahun baru. Ritual ini mengajarkan kami pentingnya menjaga kebersihan lahir dan batin," lanjut salah satu umat di Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio di Krian Sidoarjo.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Menurutnya, tradisi ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial di antara umat.

"Banyak yang turut serta dalam proses pembersihan dan menghias klenteng, menciptakan suasana kebersamaan yang harmonis menjelang Tahun Baru Imlek," imbuhnya

Lebih lanjut ia mengatakan, melalui tradisi ini, Klenteng Teng Swie Bio tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat spiritualitas umat Tri Dharma, namun juga sebagai simbol penting dari kebersihan, harmoni, dan harapan untuk tahun yang lebih baik.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.