Rabu, 22 Jul 2026 13:49 WIB

Menko Zulhas Tanggapi Peran Pemuda Banyuwangi dalam Kemandirian Pangan

  • Penulis :
  • | Sabtu, 18 Jan 2025 15:11 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. dalam diskusi kemandirian pangan. (Foto:  Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. dalam diskusi kemandirian pangan. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ciptakan kemandirian pangan, Pemkab Banyuwangi mengedepankan peran generasi muda. Hal ini diungkap dalam diskusi ketahanan pangan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan Pemkab Banyuwangi berupaya mendorong peran generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian, untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Baca Juga: BSI Gandeng SGN, Bangun Ekosistem Keuangan Syariah Industri Gula

“Saat diskusi bareng Menko Zulkifli Hasan kami sampaikan pentingnya regenerasi di sektor pertanian, karena kebutuhan pangan ini sifatnya sepanjang hayat. Diperlukan pengelolaan yang baik dan dukungan dari anak-anak muda. Regenerasi di sektor pertanian sangat penting, terutama dalam aspek riset, inovasi teknologi, hingga pemasaran digital,” ujar Ipuk, seperti dilansir laman Pemkab Banyuwangi, Sabtu (18/1/2025).

Ipuk menjelaskan berbagai program pertanian terus digulirkan, utamanya regenerasi di sektor pertanian melalui Jagoan Tani. Program ini merupakan inkubasi bisnis berbasis pertanian ini untuk anak-anak muda Banyuwangi dengan menyediakan hadiah modal usaha.

Hasilnya, Banyuwangi terus menunjukkan capaian positif dalam produksi pangan. Data Neraca Pangan Kabupaten Banyuwangi 2024 menyebut, produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 794.783 ton atau setara 508.820 ton beras, meningkat dari 788.704 ton pada 2023. Surplus beras mencapai 341.074 ton setelah kebutuhan masyarakat lokal yang sebesar 167.746 ton terpenuhi.

“Banyuwangi memiliki lahan pertanian yang subur. Surplus beras yang kami hasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga daerah lain,” tambah Ipuk.

Selain beras, sejumlah komoditas lain juga mencatatkan surplus. Cabai merah, misalnya, mengalami peningkatan produksi menjadi 18.111 ton, surplus sebesar 13.926 ton. Cabai rawit naik dari 15.231 ton menjadi 19.578 ton, surplus 16.055 ton.

Selain Jagoan Tani berbagai program telah dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian. Seperti memanfaatkan lahan non-sawah area Perhutan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), meningkatkan indeks tanam, menggunakan bibit unggul, serta menerapkan mekanisasi modern.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Upaya peningkatan kesuburan tanah juga dilakukan melalui bantuan pupuk organik cair pada petani. Sepanjang 2024 sebanyak 137.130 liter pupuk organik cair telah didistribusi untuk lahan seluas 13.713 hektare. Sementara Dinas Pertanian juga aktif memberikan pelatihan pembuatan pupuk alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk bersubsidi.

"Kami terus berupaya agar sektor pertanian Banyuwangi terus terjaga, dan menjadi salah satu penopang ekonomi daerah," kata Ipuk.

Menanggapi paparan tersebut, Menko Zulkifli Hasan menyebut Banyuwangi sebagai salah satu contoh nyata keberhasilan program ketahanan pangan.

Dia menyampaikan pentingnya kemandirian pangan sebagai pilar ketahanan bangsa dan salah satu visi Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

“Kita harus mengejar kemandirian pangan, mulai dari optimalisasi lahan, menciptakan lahan baru, hingga meningkatkan pendapatan petani,” kata menteri yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Zulkifli juga mengatakan perlunya kolaborasi berbagai pihak, termasuk BRIN untuk riset bibit unggul. Ia memastikan pemerintah terus mendorong pengurangan impor pangan seperti beras, jagung, gula, dan garam, dengan mempercepat produksi nasional.

“Kemandirian pangan bukan sekadar angan, tetapi menjadi visi besar kita untuk membangun bangsa yang berdaulat sesuai dengan prinsip Pancasila dan asas kekeluargaan,” kata Zulkifli.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.