Rabu, 22 Jul 2026 12:12 WIB

DPRD Jatim Desak Kepala Daerah Terpilih Tanpa Sengketa segera Dilantik

  • Penulis :
  • | Rabu, 15 Jan 2025 16:27 WIB
Ketua Komisi A, Dedi Irwansyah. (Foto: Yoyo for jatimnow.com)
Ketua Komisi A, Dedi Irwansyah. (Foto: Yoyo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi A DPRD Jawa Timur mendorong pelantikan bagi kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) segera dilaksanakan.

Pernyataan tersebut merespons rencana pemerintah yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, agar kepala daerah yang tidak menghadapi sengketa hukum di MK dapat dilantik lebih dulu.

Baca Juga: Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa, Anggota DPRD Jatim Sampaikan Pesan Prabowo

Ketua Komisi A, Dedi Irwansyah menilai percepatan pelantikan bagi kepala daerah yang tidak bermasalah hukum akan berdampak positif terhadap pelayanan masyarakat.

"Ini bukan soal setuju atau tidak setuju, tetapi kalau tidak ada problem, maka pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat dan lebih baik," tegas Dedi, Rabu (15/1/2024).

Menurut Politisi Demokrat tersebut, kepala daerah terpilih perlu segera menjalankan program kerja dan memenuhi janji politiknya kepada masyarakat. Langkah ini dapat mempercepat realisasi program pembangunan daerah, terutama di wilayah yang tidak terlibat sengketa Pemilu.

Namun demikian, Dedi juga memahami bahwa beberapa daerah yang menghadapi sengketa di MK memiliki tantangan tersendiri.

"Untuk beberapa daerah yang bersengketa, sulit diprediksi kapan selesainya. Ada yang gugur dalam persidangan pertama, tetapi ada juga yang sampai pada tahap pembuktian. Bahkan, di beberapa kasus, MK bisa merekomendasikan pemungutan suara ulang di sejumlah TPS," jelasnya.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Karenanya, Dedi mendukung pemerintah untuk segera menjadwalkan pelantikan bagi daerah-daerah tanpa sengketa sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.

Senada, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono, juga menekankan pentingnya percepatan pelantikan bagi kepala daerah yang tidak bersengketa.

"Hal ini wajib dilakukan demi kelancaran pemerintahan. Bupati terpilih yang tidak ada masalah harus segera dilantik," ujar Budiono.

Budiono, Politisi Gerindra tersebut menjelaskan bahwa dari total kepala daerah terpilih di Jawa Timur, sebanyak 22 di antaranya tidak menghadapi persoalan hukum. Sementara sisanya masih menunggu proses hukum di MK.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

"Artinya, harus ada dua kategori. Yang tidak bermasalah bisa dilantik lebih dulu, sementara yang bersengketa menunggu proses hukum selesai," imbuhnya.

Budiono berharap pelantikan bertahap ini tidak hanya mempercepat stabilitas pemerintahan daerah, tetapi juga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

"Dengan pelantikan lebih cepat, masyarakat bisa segera mendapatkan manfaat dari kebijakan dan program kepala daerah baru," pungkas Budiono.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.