Rabu, 22 Jul 2026 10:55 WIB

Ketika 518 Knalpot Brong jadi Monumen di Ponorogo

Monumen Knalpot Brong di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Monumen Knalpot Brong di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Ratusan knalpot brong hasil sitaan kini memiliki fungsi baru di Ponorogo. Tidak sekadar dimusnahkan, knalpot-kalpot tersebut diubah menjadi monumen berbentuk Reog yang menjadi simbol gerakan zero knalpot brong.

Monumen ini ditempatkan di perbatasan Ponorogo-Madiun, dengan tulisan “Ponorogo Zero Knalpot Brong” sebagai pesan tegas kepada masyarakat.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Monumen tersebut diresmikan pada Senin (13/1/2025) oleh Kapolres Ponorogo AKBP Anton Prasetyo bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Dandim 0802 Ponorogo Letkol Inf Soerdjono. Peresmian dilakukan dengan prosesi pembukaan kain hitam yang menutupi monumen setinggi tiga meter itu.

“Monumen ini menggunakan sekitar 518 knalpot brong yang telah dipotong dan dirangkai. Satlantas Polres Ponorogo memerlukan waktu kurang lebih tiga hari untuk merampungkannya,” jelas AKBP Anton Prasetyo.

Menurut AKBP Anton, monumen tersebut menjadi simbol komitmen Ponorogo dalam memberantas penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

“Kami terus melakukan upaya penertiban, sekaligus memberikan fasilitas bagi para pemuda yang gemar balapan untuk menyalurkan hobi mereka di tempat yang benar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari solusi, Polres Ponorogo telah menyediakan waktu khusus setiap Sabtu, selama 2 jam, untuk arena balapan yang aman dan sesuai peraturan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi aksi balap liar di jalanan umum.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, turut mengapresiasi inisiatif ini.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

“Monumen ini tidak hanya sekadar simbol larangan, tetapi juga bukti keberhasilan Polres Ponorogo dalam menyelesaikan persoalan knalpot brong dengan pendekatan yang bijaksana. Kita tidak hanya mengubah knalpot menjadi monumen, tetapi juga membangun peradaban yang lebih sopan dan santun,” tuturnya.

Monumen berbentuk Reog ini diharapkan menjadi ikon baru, sekaligus pengingat bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya untuk terus menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.