Sabtu, 06 Jun 2026 14:42 WIB

Ketika 518 Knalpot Brong jadi Monumen di Ponorogo

Monumen Knalpot Brong di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Monumen Knalpot Brong di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Ratusan knalpot brong hasil sitaan kini memiliki fungsi baru di Ponorogo. Tidak sekadar dimusnahkan, knalpot-kalpot tersebut diubah menjadi monumen berbentuk Reog yang menjadi simbol gerakan zero knalpot brong.

Monumen ini ditempatkan di perbatasan Ponorogo-Madiun, dengan tulisan “Ponorogo Zero Knalpot Brong” sebagai pesan tegas kepada masyarakat.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Monumen tersebut diresmikan pada Senin (13/1/2025) oleh Kapolres Ponorogo AKBP Anton Prasetyo bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Dandim 0802 Ponorogo Letkol Inf Soerdjono. Peresmian dilakukan dengan prosesi pembukaan kain hitam yang menutupi monumen setinggi tiga meter itu.

“Monumen ini menggunakan sekitar 518 knalpot brong yang telah dipotong dan dirangkai. Satlantas Polres Ponorogo memerlukan waktu kurang lebih tiga hari untuk merampungkannya,” jelas AKBP Anton Prasetyo.

Menurut AKBP Anton, monumen tersebut menjadi simbol komitmen Ponorogo dalam memberantas penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Kami terus melakukan upaya penertiban, sekaligus memberikan fasilitas bagi para pemuda yang gemar balapan untuk menyalurkan hobi mereka di tempat yang benar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari solusi, Polres Ponorogo telah menyediakan waktu khusus setiap Sabtu, selama 2 jam, untuk arena balapan yang aman dan sesuai peraturan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi aksi balap liar di jalanan umum.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, turut mengapresiasi inisiatif ini.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

“Monumen ini tidak hanya sekadar simbol larangan, tetapi juga bukti keberhasilan Polres Ponorogo dalam menyelesaikan persoalan knalpot brong dengan pendekatan yang bijaksana. Kita tidak hanya mengubah knalpot menjadi monumen, tetapi juga membangun peradaban yang lebih sopan dan santun,” tuturnya.

Monumen berbentuk Reog ini diharapkan menjadi ikon baru, sekaligus pengingat bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya untuk terus menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.