Rabu, 22 Jul 2026 08:43 WIB

Modus Penipuan Pendaftaran Mitra BGN di Tuban Beredar lewat WhatsApp, Waspada!

  • Penulis :
  • | Jumat, 10 Jan 2025 10:11 WIB
Hasil verifikasi Tim Klinik Hoaks Diskominfo SP Tuban. (Foto: Humas Pemkab Tuban for jatimnow.com)
Hasil verifikasi Tim Klinik Hoaks Diskominfo SP Tuban. (Foto: Humas Pemkab Tuban for jatimnow.com)

jatimnow.com - Modus penipuan melalui media sosial dengan mencatut program Badan Gizi Nasional (BGN) 2025 kembali beredar. Diskominfo SP Tuban mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi palsu tersebut.

Kabar hoaks yang beredar terkait pendaftaran Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) 2025 dengan biaya administrasi Rp50 ribu.

Baca Juga: Dirjen Migas Sidak SPBE Tuban: Kapal Sudah Sandar, Pasokan LPG Aman!

Untuk diketahui, BGN 2025 membuka peluang bagi berbagai pihak yang ingin bergabung menjadi mitra untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Adapun program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat kurang mampu.

Pesan yang beredar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp ini menyebutkan bahwa pendaftaran adalah bagian dari program pemerintah untuk mencerdaskan Anak Generasi Emas dan menawarkan bantuan Rp5 juta serta pelatihan daring. Calon peserta diminta membayar biaya administrasi melalui tautan yang disebutkan dalam pesan.

Namun setelah ditelusuri, Tim Klinik Hoaks Diskominfo SP Tuban menemukan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Baca Juga: Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar di Tuban, Stok Bahan Pokok Aman

Melansir dari akun resmi Kantor Komunikasi Kepresidenan (@pco.ri), diklarifikasi bahwa BGN tidak pernah meminta, menghimpun, atau menyimpan dana dari pihak manapun untuk pendaftaran mitra.

Selain itu, disebutkan bahwa pendaftaran resmi Mitra BGN hanya dilakukan melalui situs web mitra.bgn.go.id, tanpa dikenakan biaya administrasi.

Selanjutnya, tim Klinik Hoaks Diskominfo SP Tuban mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkan pesan di media sosial.

Baca Juga: SMK Ma'arif Jatim Siap Cetak Generasi Unggul

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korban hoaks dengan selalu memeriksa kredibilitas sumber informasi, yaitu dengan memastikan bahwa informasi berasal dari situs resmi pemerintah atau melalui akun media sosial yang terverifikasi.

Kedua, menghindari atau mengklik tautan mencurigakan. Tautan dalam pesan tidak resmi sering kali digunakan untuk mengumpulkan data pribadi atau bahkan melakukan tindakan peretasan.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.