Pengelolaan Sampah di Jember Belum Maksimal, DPRD Khawatir Overload
- Penulis : Sugianto
- | Kamis, 09 Jan 2025 07:25 WIB
jatimnow.com - Pengelolaan sampah di Kabupaten Jember dinilai masih belum maksimal. Komisi C DPRD Jember yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyebutnya bisa overload.
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menuturkan, kondisi sampah di Jember kini perlu menjadi perhatian serius, khususnya tentang pengelolaan yang belum maksimal.
Baca Juga: Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun
"Ini memang harus ada tindakan, terutama sampah berbahan plastik seperti botol, yang pengelolaannya belum maksimal," ungkapnya, Rabu (8/1/2025).
Apabila ini dibiarkan, maka jumlah sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari bisa overload atau berlebihan, bisa jadi mengakibatkan Jember darurat sampah.
Saat ini, sampah per hari bisa mencapai 197 ton yang masuk ke TPA Pakusari. Jadi perlunya penanganan maksimal agar sampah tidak menumpuk.
Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat
Politisi Gerindra berharap, perlunya inovasi baru untuk mengurai sampah yang ada. Ardi berharap Perda sampah bisa dimaksimalkan, bersama pemerintah dan masyarakat.
Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember, Sugiyarto menyampaikan, saat ini pemilahan sampah di TPA Pakusari melibatkan pemulung.
Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya
Mesin pemilah sampah yang setiap hari digunakan, terbatas hanya mampu mengolah 4 ton sampah. Sementara setiap hari di Jember sampah mencapai 1.300 ton per hari.
"Tahun ini ada penambahan truk pengangkut dan kebutuhan lain untuk menunjang pengelolaan sampah di TPA Pakusari," ujarnya.
Editor : Endang PergiwatiURL : https://jatimnow.id/baca-74579-pengelolaan-sampah-di-jember-belum-maksimal-dprd-khawatir-overload