Rabu, 22 Jul 2026 09:35 WIB

Kasus Chikungunya di Kota Kediri Meluas, Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan

  • Penulis :
  • | Selasa, 07 Jan 2025 11:08 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus chikungunya di Kota Kediri meluas. Sejumlah warga di wilayah Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dilaporkan terjangkit virus dari nyamuk aedes aegypti tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan,  sementara ini ada lima kasus yang dilaporkan di sana. Pihaknya pun tengah melakukan penyelidikan epidemiologi di kawasan tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga: Sentra Penjahit Pasar Pahing Kediri Ramai Pesanan Seragam Jelang Tahun Ajaran Baru

“Ada informasi di Kelurahan Bawang, sementara masih lima kasus, masih kita lakukan penyelidikan epidemiologi,” kata dr Muhammad Fajri, Selasa (7/1/2025).

Saat ini, Dinas Kesehatan tengah meningkatkan kewaspadaannya. dr Muhammad Fajri menyebut, telah memerintahkan puskesmas di Kota Kediri segera melapor jika menemui kasus serupa agar nantinya bisa ditindaklanjuti

“Dinas Kesehatan sudah menginformasikan ke 9 puskesmas untuk waspada di wilayah kerja masing-masing, jika ada kasus serupa segera dilaporkan, nanti akan kita lakukan penyelidikan epidemiologi bila perlu kita lakukan penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Seperti di Blabak, pihaknya sudah melakukan fogging, setelah 12 orang di wilayah tersebut dilaporkan terjangkit chikungunya. Mereka merasakan nyeri persendian dan sulit jalan.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Meski sebenarnya chikungunya tidak berbahaya seperti demam berdarah dan bisa sembuh sendiri, masyarakat wajib waspada. Dinas Kesehatan meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan pencegahan, yakni 3M plus. Sebab, fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa. Selebihnya menguras, menutup, mengubur dan menaburkan bubuk larvasida adalah yang menentukan.

“Chikungunya ini vektornya adalah nyamuk, aedes aegypti yang juga membawa demam berdarah, jadi ya sama 3M plus. Biasanya kalau musim hujan memang nyamuk aedes aegypti ini memang meningkat,” katanya.

“Sebenarnya penyakit ini sembuh sendiri, rata-rata 10 hari, dua minggu sembuh sendiri. Cuma karena tiba-tiba nggak bisa jalan, nah itu yang akhirnya meresahkan masyarakat. Panik. Tapi memang tetap harus waspada, 3M plus tadi,” tutupnya.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Sebelumnya, sebanyak 12 warga Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dilaporkan terjangkit virus chikungunya dalam sepekan terakhir.

Kepala Kelurahan Blabak, M. Rizky Zakaria, menyebutkan bahwa warga yang terjangkit tersebar di RT 10 hingga RT 14. Mereka merasakan nyeri pada persendian yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, setelah mendapatkan perawatan, kondisi warga berangsur-angsur membaik.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.