Minggu, 07 Jun 2026 01:11 WIB

Kasus Chikungunya di Kota Kediri Meluas, Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan

  • Penulis :
  • | Selasa, 07 Jan 2025 11:08 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus chikungunya di Kota Kediri meluas. Sejumlah warga di wilayah Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dilaporkan terjangkit virus dari nyamuk aedes aegypti tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan,  sementara ini ada lima kasus yang dilaporkan di sana. Pihaknya pun tengah melakukan penyelidikan epidemiologi di kawasan tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

“Ada informasi di Kelurahan Bawang, sementara masih lima kasus, masih kita lakukan penyelidikan epidemiologi,” kata dr Muhammad Fajri, Selasa (7/1/2025).

Saat ini, Dinas Kesehatan tengah meningkatkan kewaspadaannya. dr Muhammad Fajri menyebut, telah memerintahkan puskesmas di Kota Kediri segera melapor jika menemui kasus serupa agar nantinya bisa ditindaklanjuti

“Dinas Kesehatan sudah menginformasikan ke 9 puskesmas untuk waspada di wilayah kerja masing-masing, jika ada kasus serupa segera dilaporkan, nanti akan kita lakukan penyelidikan epidemiologi bila perlu kita lakukan penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Seperti di Blabak, pihaknya sudah melakukan fogging, setelah 12 orang di wilayah tersebut dilaporkan terjangkit chikungunya. Mereka merasakan nyeri persendian dan sulit jalan.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Meski sebenarnya chikungunya tidak berbahaya seperti demam berdarah dan bisa sembuh sendiri, masyarakat wajib waspada. Dinas Kesehatan meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan pencegahan, yakni 3M plus. Sebab, fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa. Selebihnya menguras, menutup, mengubur dan menaburkan bubuk larvasida adalah yang menentukan.

“Chikungunya ini vektornya adalah nyamuk, aedes aegypti yang juga membawa demam berdarah, jadi ya sama 3M plus. Biasanya kalau musim hujan memang nyamuk aedes aegypti ini memang meningkat,” katanya.

“Sebenarnya penyakit ini sembuh sendiri, rata-rata 10 hari, dua minggu sembuh sendiri. Cuma karena tiba-tiba nggak bisa jalan, nah itu yang akhirnya meresahkan masyarakat. Panik. Tapi memang tetap harus waspada, 3M plus tadi,” tutupnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Sebelumnya, sebanyak 12 warga Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dilaporkan terjangkit virus chikungunya dalam sepekan terakhir.

Kepala Kelurahan Blabak, M. Rizky Zakaria, menyebutkan bahwa warga yang terjangkit tersebar di RT 10 hingga RT 14. Mereka merasakan nyeri pada persendian yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, setelah mendapatkan perawatan, kondisi warga berangsur-angsur membaik.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.