Selasa, 23 Jun 2026 01:43 WIB

Sempat Melandai, Wabah PMK di Trenggalek Merebak sejak Desember 2024

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejak Desember 2024 lalu penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai menyerang sejumlah sapi di Kabupaten Trenggalek. Angka temuan kasus terus bertambah setiap hari.

Kini terdapat 79 ekor sapi yang terkena penyakit tersebut. Dari jumlah ini 3 ekor sapi dipotong paksa dan 1 ekor sapi mati karena PMK. Pihak dinas terkait terus melakukan pemantauan terhadap lalu lintas penjualan ternak di Trenggalek.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani mengatakan sebenarnya kasus PMK di Trenggalek sudah melandai. Namun pada Desember lalu terdapat temuan kasus. Hingga kini total terdapat 79 ekor sapi yang saat ini terdata terjangkit virus PMK.

"Sebenarnya kasus PMK sudah melandai di Trenggalek. Tapi PMK kembali merebak pada Desember 2024 lalu," ujarnya, Jumat (03/01/2024).

79 sapi yang terjangkit PMK tersebar di 7 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Gandusari, Tugu, Karangan, Dongko, Pogalan, Trenggalek dan Suruh. Dari jumlah ini sebanyak 3 ekor sapi mengalami potong paksa dan 1 ekor sapi mati. Sisanya sapi yang terjangkit PMK kini dalam proses penyembuhan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Rata-rata sapi yang terjangkit PMK mengalami luka pada mulut, panas tinggi hingga luka pada kuku.

"Sapi yang terjangkit PMK biasanya tidak mau makan dan berpotensi menyebabkan kematian pada hewan ternak," ungkapnya.

Terdapat beberapa penyebab lonjakan kasus PMK di Trenggalek. Yakni banyak sapi yang belum menerima vaksin, kondisi cuaca, kebersihan kandang hingga lalu lintas jual beli hewan ternak.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Pihak dinas kini melakukan berbagai upaya penanganan dan penanggulangan kasus PMK. Mulai dari pemberian obat dan berharap adanya droping vaksin PMK dari pemerintah pusat.

"Kami berharap di tahun 2025, pemerintah pusat ke kembali menyediakan stok vaksin PMK. Agar penyebaran PMK bisa ditekan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.