Sabtu, 06 Jun 2026 18:03 WIB

Inovasi Smart Farming untuk Usir Hama dan Tingkatkan Kualitas Padi

  • Penulis :
  • | Rabu, 01 Jan 2025 19:19 WIB
Sosialisasi penggunaan alat yang dilakukan tim KKN Abmas dari Departemen Teknik Elektro ITS kepada petani. (Foto: Humas ITS)
Sosialisasi penggunaan alat yang dilakukan tim KKN Abmas dari Departemen Teknik Elektro ITS kepada petani. (Foto: Humas ITS)

jatimnow.com - Metode pengusiran hama konvensional yang menggunakan kaleng ternyata tidak lagi relevan dan optimal.

Untuk merespons permasalahan tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan teknologi smart farming sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas padi yang bebas dari hama.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Anggota tim KKN, Muhammad Naufal Nail Annafiu, menjelaskan bahwa teknik pengusiran hama konvensional dilakukan dengan menggantungkan kaleng pada tiang bambu di sekitar sawah. Kaleng tersebut akan berbunyi ketika tertiup angin, sehingga dapat mengusir hama. Namun, ketergantungan pada angin yang sulit diprediksi membuat metode ini kurang efektif.

“Jika masalah ini tidak diatasi, kualitas padi akan terus menurun seiring waktu,” ujar Naufal dalam siaran pers, Selasa (31/12/2024).

Untuk mengatasi masalah tersebut, Naufal dan timnya menginisiasi aplikasi smart farming melalui alat pengusir hama yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT).

Teknologi ini bertujuan untuk mempercepat produktivitas pertanian dan menjadi langkah konkret dalam mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin kedelapan, yaitu menciptakan infrastruktur industri yang berkelanjutan berbasis teknologi.

Sosialisasi kepada petani

Naufal mengungkapkan bahwa smart farming adalah pendekatan modern di sektor pertanian yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Dalam proyek ini, teknologi diimplementasikan dengan menggunakan kaleng pengusir hama otomatis yang berbunyi selama dua menit setiap 20 menit.

“Alat ini dapat diaktifkan sesuai kebutuhan petani melalui website yang terintegrasi dengan IoT,” tambahnya.

Baca Juga: Kacamata AI RunSight Karya Mahasiswa UI Tembus 10 Besar Inovasi Global

Melalui website ini, petani juga dapat memantau beberapa parameter penting seperti kelembaban tanah, kadar air tanah, dan kekuatan angin. Ketiga parameter tersebut dapat dipantau dengan menggunakan sensor yang terhubung ke kotak kontrol.

Kotak kontrol ini dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber energi utama, baterai untuk penyimpanan daya, serta Mi-Fi sebagai sumber koneksi internet.

Penerapan teknologi di lapangan

Selain itu, tim KKN juga memperkenalkan penggunaan drone yang dilengkapi dengan selang panjang, memungkinkan petani untuk menyirami tanaman atau menyemprotkan pestisida dari jarak jauh dengan menggunakan remote.

Alat ini memudahkan petani dalam menyirami lahan tanpa harus berjalan menyusuri seluruh area. Tim dari Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik, Departemen Teknik Elektro (DTE) ITS, juga memberikan pelatihan kepada petani mengenai cara instalasi, penggunaan, dan pemantauan alat tersebut.

Baca Juga: Canggih, Alat Buatan Mahasiswa Untag Ini Bisa Uji Higienitas Air Galon

Implementasi di Desa Krogowanan

Sebagai bagian dari penerapannya, teknologi smart farming ini telah diujicobakan di Desa Krogowanan, Magelang. Hasilnya, tim berhasil meningkatkan efisiensi pengusiran hama hingga mencapai 90 persen.

Naufal berharap teknologi ini dapat membuka wawasan petani bahwa teknologi dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

“Semoga alat ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan di lebih banyak desa,” tutup Naufal dengan penuh harap.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.