Kamis, 11 Jun 2026 00:25 WIB

Pemkab Tulungagung Pangkas Perjalanan Dinas hingga Rp20 Miliar

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantor. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantor. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Tulungagung bakal memangkas anggaran perjalanan dinas (Perdin) seluruh OPD tahun depan. Pemangkasan anggaran ini dialokasikan untuk menaikkan anggaran belanja infrastruktur pelayanan publik di tahun 2025 sebanyak Rp30 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengakui,  terjadi refocusing anggaran di APBD Tulungagung tahun 2025 untuk menaikkan anggaran infrastruktur pelayanan publik. Refocusing ini juga telah disepakati oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

“Sudah disepakati oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Banggar (Badan Anggaran) DPRD Tulungagung untuk menaikkan belanja di bidang infrastruktur pelayanan publik. Besarannya sekitar Rp30 miliar, khususnya untuk pembangunan jalan dan jembatan,” ujarnya, Kamis (26/12/2024).

Dalam skema refocusing anggaran di APBD Tulungagung 2025 ini, mereka melakukan pemangkasan anggaran Perdin di seluruh OPD, termasuk DPRD Tulungagung. Masing-masing Rp10 miliar. Ditambah target kenaikan PAD Rp10 miliar.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

“Di OPD lingkup Pemkab Tulungagung secara keseluruhan sebesar Rp10 miliar dan di DPRD Tulungagung Rp10 miliar. Sedang yang Rp10 miliar lagi dari target kenaikan pendapatan asli daerah (PAD), sehingga total Rp30 miliar,” paparnya.

Galih Nusantoro menyebut saat ini prosentase belanja infrastruktur Pemkab Tulungagung masih dikisaran 29 persen. Belum mencapai 40 persen sesuai mandatory spending. Dengan tambahan ini diperkirakan ada kenaikan sebesar 1 persen. Kenaikan belanja infrastruktur akan terus terjadi sampai tahun 2027.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

“Di tahun 2025 di antaranya masih ada perubahan APBD. Kan bisa menambah porsi belanja infrastruktur. Kalau tidak ada penambahan pendapatan bisa dengan menggeser anggaran,” tuturnya.

Seperti diketahui mandatory spending atau pengeluaran negara yang diatur di Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pusat dan Pemerintah Daerah mengharuskan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar 40 persen untuk infrastruktur, 30 persen untuk belanja pegawai, 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.