Sabtu, 06 Jun 2026 15:05 WIB

Reog Ponorogo Resmi Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia

Pertunjukan reog Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Pertunjukan reog Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Reog Ponorogo, seni tradisional khas Kabupaten Ponorogo, kini resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. Keputusan ini dihasilkan dalam sesi ke-19Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang berlangsung di Paraguay, pada 3 Desember 2024. 

Pengakuan ini menjadikan Reog Ponorogo sebagai WBTb Indonesia ke-14 yang diinskripsi UNESCO.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, dalam pidato virtualnya menyebut inskripsi ini sebagai pencapaian besar bagi Indonesia dalam melestarikan seni tradisional yang berakar pada nilai lokal dan semangat gotong royong.

“Reog Ponorogo adalah representasi kekayaan budaya Indonesia yang memadukan keberanian, solidaritas, dan tradisi lokal. Pengakuan UNESCO ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga dan mewariskannya kepada generasi mendatang,” ujar Fadli Zon, Rabu (4/12/2024).

Reog Ponorogo merupakan seni pertunjukan yang memadukan tarian, musik, dan mitologi. Simbol keberanian dan solidaritas ini telah menjadi identitas masyarakat Ponorogo selama berabad-abad. Dalam proses kreatifnya, gotong royong antara seniman, pengrajin, dan komunitas lokal menjadi nilai inti seni ini.

Pemerintah Indonesia, bersama komunitas lokal, telah aktif melestarikan Reog Ponorogo melalui beberapa hal.

Pertama adalah Pendokumentasian dan Promosi – Seni ini diangkat melalui berbagai media dan kegiatan budaya.

Baca Juga: Tampilkan Reog Ponorogo, Prajurit KRI Bima Suci Sukses Pikat Warga Colombo

Kemudian Pendidikan – Integrasi nilai-nilai Reog dalam pendidikan formal dan informal. Dan juga Pemberdayaan Komunitas – Memberikan dukungan bagi kelompok seni sebagai penjaga utama warisan budaya.

Menteri Fadli Zon menegaskan pentingnya melestarikan seni tradisional di tengah arus globalisasi.

“Reog Ponorogo adalah cerminan identitas bangsa. Pemerintah berkomitmen menjamin kebebasan masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” tegasnya, mengacu pada Pasal 32 UUD 1945.

Baca Juga: Hadiri Acara Sanggring Kolak Ayam, Wabup Gresik Sebut Hal Ini Untuk Warga Gumeno

Menteri Kebudayaan juga mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai Reog Ponorogo. Ia menekankan bahwa seni tradisional ini adalah warisan berharga yang harus terus hidup untuk menginspirasi masa depan.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen dalam melestarikan seni budaya tradisional. Reog Ponorogo adalah kebanggaan kita bersama,” pungkasnya.

Dengan pengakuan ini, Indonesia kembali menunjukkan kekayaan budayanya di panggung internasional, memperkuat posisi sebagai negara dengan warisan budaya yang mendalam dan beragam.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.