Selasa, 23 Jun 2026 19:21 WIB

Arus Peti Kemas TPS Naik 9,77 Persen Hingga Oktober 2024, Ekspor-Impor Tetap Stabil

Situasi bongkar muat di Terminal Peti Kemas Surabaya (Foto: Humas TPS for jatimnow.com)
Situasi bongkar muat di Terminal Peti Kemas Surabaya (Foto: Humas TPS for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan peningkatan dalam arus peti kemas sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Berdasarkan data terbaru, total arus peti kemas di TPS mencapai 1.310.235 TEUs, meningkat 9,77% dibandingkan periode yang sama pada 2023 yang mencatat 1.193.587 TEUs.

Kontribusi utama peningkatan ini berasal dari arus peti kemas internasional yang naik 9,41%, dari 1.138.336 TEUs di 2023 menjadi 1.245.498 TEUs di 2024. Sementara itu, peti kemas domestik mengalami kenaikan lebih besar secara persentase, yakni 17,17%, dari 55.251 TEUs menjadi 64.737 TEUs

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sementara itu, perbandingan arus peti kemas ekspor dan impor pada periode ini tetap stabil. Pada 2024, ekspor menyumbang 49% (615.078 TEUs) sementara impor menyumbang 51% (630.420 TEUs), persentase yang sama seperti tahun 2023. 

Meski demikian, jumlah volume masing-masing kategori mengalami peningkatan, dengan ekspor tercatat 561.458 TEUs dan impor 576.878 TEUs pada tahun lalu.

Di sisi lain, jumlah kunjungan kapal ke TPS juga meningkat 2,21% pada tahun ini, dari 996 kunjungan pada 2023 menjadi 1.018 kunjungan hingga Oktober 2024. Selain itu, perbandingan month-on-month menunjukkan peningkatan arus peti kemas sebesar 5,11% pada Oktober 2024 (143.193 TEUs) dibandingkan September 2024 (136.230 TEUs).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Kontribusi peti kemas internasional di bulan Oktober tercatat 136.937 TEUs, naik dari 130.348 TEUs di bulan sebelumnya. Adapun peti kemas domestik mencatatkan kenaikan dari 5.882 TEUs pada September menjadi 6.256 TEUs di Oktober.

Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menyampaikan apresiasi kepada pelanggan atas kepercayaan yang diberikan. 

“Komunikasi intens, inovasi berbasis teknologi informasi, serta pengembangan talenta internal terus kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di industri logistik dan kepelabuhanan,” ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

TPS juga mencatat kinerja bongkar muat sebesar 54 box/ship/hour, melampaui standar yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, yakni 48 box/ship/hour. Dengan capaian ini, TPS tetap memimpin market share di Pelabuhan Tanjung Perak dengan dominasi 83%.

Catatan ini menunjukkan TPS terus meningkatkan kinerjanya dalam layanan logistik dan kepelabuhanan di Indonesia. Dengan fokus pada inovasi dan peningkatan kualitas layanan, TPS terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan sektor logistik nasional.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.