Jumat, 24 Jul 2026 15:05 WIB

Kadispendik Jatim Tanggapi Dingin Kekerasan di SMKN 1 Surabaya

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman.

jatimnow.com — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman membenarkan adanya insiden penamparan terhadap RA, siswa inklusi kelas 11 Multimedia 2 SMKN 1 Surabaya yang dilakukan oleh Kepala Sekolahnya, Bahrun.

Selain RA, hal yang sama juga diterima siswa berinisial ZU. Siswa yang juga menjadi ketua kelas 11 Multimedia 2 SMKN 1 Surabaya ini juga menjadi korban sang Kepsek. Ia mengaku 'ditampel' tangannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Selain mereka berdua, ada satu siswa berinisial MZ yang juga kena perlakuan kasar sang kepala sekolah. Siswa tersebut 'dijambak' rambutnya oleh, Bahrun.

Saiful memastikan sudah memproses insiden tersebut dengan memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Selain itu, ia juga memerintahkan kepala cabang Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk mencari titik benar masalah itu.

"Ya kepala sekolah mengakui jika menampar, tapi nggak seberapa keras. Tapi kenapa pada berita yang diviralkan itu ditampar dijambak," terang Saiful Rachman saat dikonfirmasi jatimnow.com (26/9/2018).

Ia menceritakan bahwa saat itu kepala sekolah SMKN 1 Surabaya melakukan pengecekan siswa-siswinya yang sedang UTS. Namun, saat itu ada beberapa siswa yang belum waktunya keluar tapi sudah ada di luar kelas.

"Ternyata dicek ada beberapa soal yang belum dikerjakan. Padahal Kepsek ingin mutu sekolah baik dengan siswanya kerja maksimal. Terus Kepsek emosi sehingga anaknya kayak ditampol gitu," jelas Saiful.

Ketika ditanya ada wali murid yang minta Bahrun untuk mundur sebagai Kepala sekolah SMKN 1 Surabaya?, ia mengatakan bahwa ada politisasi dibalik itu.

"Wah itu sudah politis. Lha trus sekolahnya siapa yang mengelola. Salahnya apa kok disuruh mundur. Jadi, sekarang ini kalau orang tua mempercayakan anak di sekolah, trus kalau siswanya tidak bisa dididik, sekolah bisa apa," paparnya.

Baca juga: Siswa Inklusi SMKN 1 Surabaya Ditampar Kepsek

Namun, ketika ditanya lebih lanjut tentang penamparan yang sampai menyebabkan kacamata siswa itu jatuh, ia mengaku tidak tahu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Ya ga tau kacamatanya lepas. Tapi ya kalau ditampol kan bisa saja kacamatanya lepas. Tapi yang jelas tidak separah itu, karena yang namanya guru atau kepala sekolah itu ingin anaknya jadi pinter, jadi harus disiplin," kata Saiful.

Saiful juga mengelak jika menampar itu diperbolehkan. "Bukan berarti menampar itu tidak apa-apa. Ada UU yang melindungi itu kok. Kalau tujuannya untuk kedisiplinan dalam artian batas-batas tertentu ya tidak masalah. Bukan berarti nampar sampek siswanya dedel duel ya tidak," urai Saiful.

Ia mengungkapkan bahwa kejadian itu tidak perlu ada campur tangan atau mediasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim karena hanya masalah sepele.

"Tapi kalau orang tuanya nuntut kepseknya mundur ya kejauhan. Tapi tetap kami proses. Kepseknya juga sudah kami panggil. Saya suruh selesaikan. Tapi kita ngga perlu memediasi kedua belah pihak lah, kan mereka juga bisa menyelesaikan sendiri," imbuhnya.

Sejauh mana kebijakan untuk siswa inklusi? ia menjelaskan bahwa mengelola sekolah inklusi itu resiko tinggi, karena siswa inklusi rata-rata emosional.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Jadi, kami harus sabar. Makanya guru PKLK itu jaminan surga. Mereka mendidik anak-anak yang keterbelakangan menjadi mampu. Nah, sekarang anak inklusi masuk sekolah umum ya butuh sabar. Jadi, kalau hal itu Kepsek turun langsung menilik siswanya kan bagus," pungkas Saiful.

 

 

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.